Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REDEFINISI KEILMUAN EKONOMI ISLAM INDONESIA (Studi atas Pemikiran Ekonomi Islam Adiwarman Azwar Karim) Mujiatun Ridawati
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 4: Desember 2021
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.736 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i4.839

Abstract

Berdirinya IDB memicu berdirinya bank-bank Islam di seluruh dunia. Di Timur Tengah, perbankan Islam bermunculan pada paruh kedua tahun 70-an, misalnya Dubai Islamic Bank (1975), Kuwait Finance House (1977), dan di Iran yang melakukan islamisasi perbankan secara nasional. Bank Islam Malaysia Berhad (BIMB) tahun 1983 dan Bank Mu’amalat Indonesia (BMI) tahun 1991. Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia dipengaruhi oleh masuknya buku-buku impor tentang ekonomi Islam, khususnya yang diterbitkan oleh Islamic Foundation dan The International Institute of Islamic Thoght (IIIT). Kontribusi Adiwarman dalam pengembangan perbankan dan ekonomi syari’ah di Indonesia bukan saja sebagai praktisi, tetapi juga sebagai intelektual dan akademisi. Di beberapa perguruan tinggi tersebut ia juga mendirikan Shari’ah Economics Forum (SEF), suatu model jaringan ekonomi Islam yang bergerak di bidang keilmuan. Kepakaran Adiwarman di bidang ekonomi Islam semakin diakui dengan ditunjuknya ia sebagai anggota Dewan Syari’ah Nasional dan terlibat dalam mempersiapkan lahirnya Undang-Undang Perbankan Syari’ah.. Nampak kesan bahwa Adiwarman berusaha menyelaraskan antara perjuangan ekonomi Islam secara praktis dan teoritis. Karena itulah, dapat dikatakan bahwa Adiwarman menempatkan dirinya pada posisi fundamentalis-intelektual-rasional.