Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MELAKUKAN PENETAPAN KADAR AIR KRISTAL PADA KOMPETENSI KEAHLIAN ANALISIS GRAVIMETRI SISWA KELAS XI ANALIS KIMIA B SMKN 1 BONTANG Ery Sepdyastutik
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 7: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.749 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i7.1804

Abstract

Kegiatan pembelajaran Analisis Gravimetri di kelas XI Analis Kimia B SMKN 1 Bontang, masih ditemukan kondisi pembelajaran yang kurang optimal dan sering kali tidak mencapai hasil belajar yang diharapkan. Pada kompetensi keahlian Analisis Gravimetri metode penguapan dan pemanasan pada Penetapan Kadar Air Kristal, hanya 4 siswa (25%) dari 16 siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Sebanyak 75% (12 siswa) mendapat nilai di bawah atau sama dengan KKM. Adapun KKM untuk mata pelajaran Analisisi Gravimetri adalah 70.Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi kurikulum 2013 pada kompetensi keahlian Analisis Gravimetri adalah model pembelajaran Discovery Learning, yaitu model pembelajaran yang didasarkan pada pemahaman konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif dan pada akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Discovery Learning membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan ketrampilan dan proses kognitif, dan model ini memungkinkan siswa berkembang dengan cepat, memperkuat konsep dirinya dan siswa lebih aktif belajar serta guru berperan aktif menyampaikan gagasan, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Penelitian Tindkaan Kelas ini bertujuan mengetahui Hasil Belajar Siswa Kelas XI Analis Kimia B Melalui Penerapan model Discovery Learning di SMKN 1 Bontang. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Analis Kimia B yang terdiri dari 16 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalahi peneliti merancang scenario pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa (pembelajaran berbasis penemuan) berupa RPP, Jobsheet , Lembar observasi,tes tulis. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I sampai pada siklus II. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh telah menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar yang signifikan yaitu 79,25. Hal ini mengalami peningkatan sekitar 14,25 poin dari rata-rata pada siklus sebelumnya yaitu 65. Sedangkan ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebelumnya 50 % naik menjadi 87,5% dengan kenaikan/ peningkatan sekitar 37,5%.