Jesayas Sembiring
Politeknik Santo Thomas Medan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH TEKANAN FLUIDA KERJA R134a TERHADAP UNJUK KERJA PEMANAS AIR ENERGI SURYA Jesayas Sembiring
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 23 No. 1 (2020): Edisi Februari
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.719 KB)

Abstract

Suhu bumi saat ini semakin meningkat dan sumber energi fosil semakin menipis, hal ini perlu disikapi dengan bijak untuk memperoleh kenyamanan hidup manusia dimasa depan melalui penelitian energi terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang secara ilmiah tidak dapat habis seperti air terjun, energi angin dan energi surya. Energi surya dapat dimanfaatkan memanaskan air. Air panas merupakan kebutuhan manusia untuk air minum dan air mandi. Pada umumnya untuk memperoleh air panas dengan membakar gas. Gas diperoleh dari alam, suatu saat akan habis sehingga dibutuhkan energi alternatif. Negara Indonesia terletak di lintasan matahari maka akan disinari matahari sepanjang hari, sehingga energi panas surya dapat dijadikan enegi alternatif untuk memanaskan air denganA menggunakan kolektor surya. Kolektor surya plat datar dengan sudut kemiringan 300 digunakan untuk menyerap energi panas surya dan oleh kaca penutup kolektor surya, suhu energi surya meningkat dan ditransfer pipa panas yang berisi fluida kerja R134a. Akibatnya suhu fluida kerja R134a naik dan massa jenisnya menurun. Perbedaan massa jenis fluida kerja R134a yang panas dengan dingin, menyebabkan fluida kerja R134a mampu bersirkulasi di pipa panas secara alami dengan prinsip sirkulasi efek termosiphon. Saat fluida kerja R134a bersirkulasi melewati air ditangki air, fluida kerja R134a mentransfer panasnya ke air dan suhu air akan meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tekanan fluida kerja R134a terhadap unjuk kerja pemanas air energi surya sistem pipa panas dan galat perhitungan efisiensi kolektor. Hasil kajian tekanan fluida kerja dapat mempengaruhi unjuk kerja kolektor surya yaitu efisiensi kolektor 15,50% tekanan 90 psi dengan galat 0,88%; efisiensi kolektor 28,24% tekanan 100 psi dengan galat efisiensi 0,07% dan efisiensi kolektor 35,49% tekanan 110 psi dengan galat 1,31%. Hasil kajian adalah efisiensi kolektor terbaik 35,49% tekanan 110 psi dan galat efisiensi kolektor terbaik 0,07%.
Kajian Unjuk Kerja Pemanas Air Energi Surya Sistem Pipa Panas Menggunakan Satu Kaca Penutup Jesayas Sembiring
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 23 No. 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.949 KB)

Abstract

Energi Surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang sangat potensial. Menggunakan alat pemanas air energi surya sistim pipa panas, energi surya dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air tanpa mengeluarkan biaya opersional yang besar. Alat pemanas air energi surya sistim pipa panas, panas energi surya dikumpulkan oleh kolektor surya kemudian ditrasfer ke air dengan sirkulasi alami, sehingga air didalam tangki secara perlahan akan naik suhunya menjadi air panas. Menggunakan fluida kerja refrigeran R 134a sebagai fluida kerja untuk mentrasfer energi panas surya merupakan solusi terbaik karena fluida kerja refrigeran R 134a merupakan fluida kerja mudah menguap dan masuk kedalam klasifikasi keamanan sifat racun rendah dan tidak terbakar. Dengan demikian pemakaian pemakaian fluida kerja refrigeran R134a sebagai fluida kerja pada penelitian kajian unjuk kerja pemanas air energy surya sistim pipa panas dengan sudut kolektor 300 cukup aman dan terjamin tidak merusak lingkungan serta tidak mengganggu kesehatan manusia. Air panas merupakan kebutuhan manusia. Pada umumnya air panas diperoleh dengan membakar bahan bakar fosil. Perlu diketahui bahwa dengan membakar bahan bakar fosil akan menhadirkan gas CO, CO2 ke permukaan atmosfir dan gas tersebut merupakan pemicu polusi udara. Untuk menghindari terbentuknya lebih banyak gas CO dan CO2 ke permukaan atmosfer maka salah satu solusinya adalah memanaskan air menggunakan pemanas air energi Surya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki dan mengetahui pengaruh besar tekanan fluida kerja R134a terhadap unjuk kerja pemanas air energi surya sistim pipa panas menggunakan satu kaca penutup. Hasil kajian diperoleh tekanan fluida kerja mempengaruhi unjuk kerja kolektor surya yaitu efisiensi kolektor pada tekanan 90 psi 5,94%; tekanan 100 psi 10,12% dan tekanan 110 psi 13,38%. Efisiensi terbaik adalah 13,38% pada tekanan 110 psi.
KAJIAN UNJUK KERJA PEMANAS AIR TENAGA MATAHARI SISTEM PIPA PANAS MENGGUNAKAN FLUIDA KERJA R134a DENGAN SATU KACA PENUTUP KOLEKTOR Jesayas Sembiring
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 24 No. 3 (2021): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.04 KB) | DOI: 10.51510/polimedia.v24i3.740

Abstract

mandi, air pengisi ketel dan air mencuci barang yang berlemak. menggunakan air panas mencuci barang yang berlemak lebih mudah melarutkannya dalam sabun dibandingkan dengan air dingin. Pada umumnya air panas diperoleh dengan cara memasak air dengan menggunakan bahan bakar kayu dan energi fosil. Memasak air menggunakan bahan bakar kayu dan energi fosil dapat menimbulkan polusi ke udara sehingga dapat menaikkan suhu bumi dan sumber energi fosil semakin menipis. Hal tersebut di atas perlu disikapi dengan bijak untuk memperoleh keamanan dan kenyamanan hidup manusia dimasa depan. Sehubungan dengan itu perlu dilakukan penelitian energi terbarukan. Energi terbarukan adalah energi yang secara ilmiah tidak dapat habis seperti air terjun, energi angin dan energi surya. Negara Indonesia terletak di lintasan matahari maka akan disinari matahari sepanjang hari, sehingga energi panas matahari dapat dijadikan enegi alternatif untuk memanaskan air dengan menggunakan kolektor matahari. Kolektor matahari plat datar dengan sudut kemiringan 300 digunakan untuk menyerap energi panas matahari dan oleh kaca penutup kolektor matahari, suhu energi matahari meningkat dan ditransfer ke pipa panas yang berisi fluida kerja R134a. Akibatnya suhu fluida kerja R134a akan naik dan massa jenisnya menurun. Perbedaan massa jenis fluida kerja R134a yang panas dengan dingin, menyebabkan fluida kerja mampu bersirkulasi di pipa panas secara alami dengan prinsip sirkulasi efek termosiphon. Saat fluida kerja R134a bersirkulasi melewati tangki air, fluida kerja mentransfer panasnya ke air maka suhu air akan meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tekanan fluida kerja R134a terhadap unjuk kerja pemanas air energi matahari sistem pipa panas menggunakan satu kaca penutup kolektor. Hasil kajian adalah tekanan fluida kerja mempengaruhi unjuk kerja kolektor matahari yaitu efisiensi kolektor 9,13% pada tekanan 90 psi; efisiensi kolektor 15,90% pada tekanan 100 psi dan efisiensi kolektor 17,77% pada tekanan 110 psi. Hasil kajian efisiensi kolektor terbaik adalah 17,77% pada tekanan 110 psi.