Isnaini Rahmawati
STIKes Kusuma Husada Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TERAPI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI SAAT DILAKUKAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN ASAM URAT DI PANTI WREDHA DHARMA BHAKTI KASIH SURAKARTA Isnaini Rahmawati; Happy Indri Hapsari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.775 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.231

Abstract

Proses penuaan merupakan proses alamiah yang ditandai dengan penurunan kondisi biologis, psikologis, maupun sosial. Kondisi biologis yang dapat menimbulkan masalah pada lanjut usia salah satunya adalah nyeri akibat dari kadar asam urat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi nafas dalam untuk menurunkan skala nyeri saat dilakukan Range of Motion (ROM) pada pasien asam urat di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta. Metode penelitian menggunakan desain pre experimental dengan pendekatan pretest-posttest without control. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling sebanyak 12 lansia yang mengalami penyakit asam urat. Intervensi diberikan setiap hari satu kali selama 21 hari. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dan menunjukkan adanya penurunan skala nyeri yang signifikan pada lansia dengan penyakit asam urat (p value 0,002) The aging process is naturally process that accompanied with the decrease of their bilogical, psycological and social condition. Biological condition that cause healthy condition in elderly is pain that causes by highly uric acid levels. The aim of this study was to analyze the the influence of deep breathing therapy to reduce the pain scale during Range of Motion (ROM) in elderly with gouty arthritis in Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta. The methode of this study is pre experimental design with pretest- postest without control approach. The sampling techniques was done with total sampling of 12 elderly who suffer from gouty arthritis. This deep breathing therapy performed once in every day for 21 days. Data were analyzed using Wilcoxon test, and the result showed that decrased pain scale significantly in elderly with gouty arthritis (p value 0,002)
PENINGKATAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM MERAWAT ANAK LEUKEMIA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA Happy Indri Hapsari; Isnaini Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 8 No. 2, Juli 2017
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.212 KB) | DOI: 10.34035/jk.v8i2.241

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui multimedia. Desain penelitian adalah quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design dengan pengumpulan data secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Sampel penelitian adalah orang tua yang mempunyai anak leukemia yang sedang kemoterapi di RS Kanker Dharmais Jakarta. Tingkat pengetahuan orang tua terdapat perbedaan yang signifikan. Pendidikan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, sehingga dapat merubah perilaku orang tua. The objective of this research is to identify the difference of knowledge before and after the health education was given through multimedia. Quasi-experimental pre test and post test nonequivalent control group design was used as the research design, in which data were collected by using non- probability sampling and consecutive sampling method. The sample of this research is parents who has children suffering leukemia and is undergoing chemotherapy at Dharmais Cancer Hospital Jakarta. There is a significant difference between level of knowledge. It is recommended that health education be given continually in ordered to succeed in changing parents’ abilities.
ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA LANSIA LAKILAKI DAN PEREMPUAN DI PANTI WREDHA DHARMA BHAKTI KASIH SURAKARTA Yunita Wulandari; Anita Istiningtyas; Isnaini Rahmawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.154 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.334

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan the silent disease karena orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penatalaksanaan nonfarmakologi mulai dikembangkan, salah satunya dengan keperawatan komplementer. Keperawatan komplementer merupakan pendamping dari penatalaksanaan medis. Okra merupakan jenis sayuran yang kaya akan mineral. Mineral ini berguna untuk mengontrol denyut jantung dan diharapkan dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan pengaruh infused water okra terhadap Mean Arterial Pressure (MAP) pda lansia laki-laki dan perempuan di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif jenis pre-experimental design dengan rancangan 2 group post test design only. Sampel pada penelitian adalah 15 lansia hipertensi yang diambil dengan teknik purposive sampling. Infused water okra dibuat dengan perbandingan 1 buah (13 gram) okra direndam dengan 100cc air matang, kemudian didiamkan selama1-2 jam, diberikan selama 14 hari berturut-turut (+ 200cc). Tekanan darah diukur dengan menggunakan sphygnomanometer tipe jarum dengan merk ABN. Analisa data menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil uji T-tidak berpasangan diperoleh nilai signiÞ kan 0,852, dimana p > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak atau tidak ada perbedaan pengaruh infused water okra terhadap Mean Arterial Pressure (MAP) pada lansia laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan acuan untuk intervensi keperawatan mandiri yang bisa dilakukan pada area home care atau solusi saat penyuluhan kesehatandi masyarakat sebagai terapi modalitas untuk pasien hipertensi. Hypertension is the silent disease because people do not know that they have hypertension before checking their blood pressure. Management of non-pharmacology began to be developed, one of which was complementary nursing. Complementary nursing is a companion of medical management. okra is a type of vegetable that is rich in minerals. This mineral is useful for controlling the heart rate and is expected to reduce blood pressure. This study aims to analyze the differences in the effect of infused water okra on Mean Arterial Pressure (MAP) in elderly men and women in the Dharma Kasih Surakarta Nursing Home. This research is a quantitative type pre-experimental design with 2 group post test design only. The sample in this study were 15 elderly hypertension taken by purposive sampling technique. Infuse water okra is made with a ratio of 1 fruit (13 grams) okra soaked with 100cc boiled water, then left for 1-2 hours, given for 14 consecutive days (+ 200cc). Blood pressure is measured using a needle type sphygnomanometer with the ABN brand. Data analysis using unpaired T test. The results of the unpaired T-test obtained a signiÞ cant value of 0.852, where p> 0.05, Ho is accepted and Ha is rejected or there is no difference in the effect of infused water okra on Mean Arterial Pressure (MAP) in elderly men and women. The results of this study are expected to provide a reference for independent nursing interventions that can be done in the area of home care or solutions when health education in the community as a therapy modality for hypertensive patients.