M. Ahsan Jass
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Awal Jaringan Pipanisasi Air Baku Secara Gravitasi (Studi Kasus: Pengambilan Air Dari Sub Daerah Aliran Sungai Krueng Inong Untuk Keperluan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy) M. Ahsan Jass; Muhilda Fitri
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 7 No 2 (2018): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.978 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v7i2.60

Abstract

Air baku merupakan kebutuhan pokok manusia yang berada pada posisi pertama dalam kehidupan dan selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk kesejahteraan penduduk Kota Banda Aceh dan tiga Kecamatan di Kabupaten Aceh Besar, diperlukan ketersediaan air baku yang memadai. Penduduk biasanya memperoleh air dari PDAM Tirta Daroy yang mengambil air dari hilir DAS Krueng Aceh. Pada musim hujan konsentrasi sedimen sungai sangat tinggi sehingga air yang diperoleh penduduk cenderung keruh dan persediaan air tidak mencukupi. Selama ini penduduk mengalami kendala untuk memperoleh air sebagai pemenuhan kebutuhan terutama pada musim hujan, maka menarik bagi peneliti untuk menganalisis tentang keadaan tersebut. Sub DAS Krueng Inong merupakan bagian dari DAS Krueng Aceh yang merupakan sumber air yang menjadi target perencanaan yang berada di Jalin Kabupaten aceh Besar. Sumber air tersebut sebagai solusi dari keresahan penduduk yang memerlukan sumber air yang lebih tinggi dan jauh dari pencemaran karena letaknya yang jauh dari pemukiman, sistem yang dikembangkan adalah sistem gravitasi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan alternatif perencanaan awal jaringan pipanisasi air baku secara gravitasi dan sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam mengelola penyediaan air baku dan sumber daya air. Perhitungan penduduk dengan menggunakan persamaan aritmatik, sehingga didapat jumlah penduduk sebesar 410,689 jiwa pada tahun 2036. Sistem penyaluran air baku dilakukan melalui pipanisasi dengan sistem gravitasi berdasarkan elevasi muka tanah. Terdapat 4 (empat) potongan trase jalur pipa. Jarak dari tempat pengambilan air ke reservoir tujuan adalah Masing-masing memiliki jarak 29,99 km. Diameter pipa yang diperoleh adalah sebesar 16 inchi dengan Q sebesar 0,58 m3/det dan kecepatan 1,18 m/det. Setelah dilakukan penelitian maka kebutuhan air untuk masyarakat sebesar 1,09 m3/det sedangkan debit andalan 1,18 m3/det maka dapat mencukupi.
Menghitung Debit Banjir Dengan Menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder Dan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu (Studi Kasus: Krueng Kabupaten Aceh Utara) M. Ahsan Jass; Yulia Yulia; Zia Ulfa Syadida
Tameh: Journal of Civil Engineering Vol 9 No 2 (2020): Desember
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.653 KB) | DOI: 10.37598/tameh.v9i2.109

Abstract

Banjir adalah debit aliran sungai dalam jumlah yang tinggi atau debit aliran air di sungai secara relatif lebih besar dari kondisi normal akibat hujan yang turun di hulu atau di suatu tempat tertentu terjadi secara terus menerus sehingga air tidak dapat ditampung oleh alur sungai yang ada. Banjir merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia. Banjir yang sering terjadi di Provinsi Aceh salah satunya terjadi di Krueng Pase Kabupaten Aceh Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui debit banjir rencana periode ulang 10 tahun, 25 tahun, dan 50 tahun dengan menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Synder dan Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu pada Krueng Pase. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai referensi bagi pihak yang membutuhkan data debit untuk keperluan perencanaan bangunan pengendali banjir pada Krueng Pase. Metode penelitian ini menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu. Pengumpulan data berupa data sekunder yaitu data curah hujan bulanan. Pengolahan data dilakukan dengan menghitung curah hujan rencana serta debit banjir rencana. Hasil perhitungan pada Bab IV diperoleh perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan distribusi probabilitas Gumbel, Metode Hidrograf Satuan Sintetik Snyder dengan titik berat hujan ke debit puncak ) = 4,860 jam, dengan waktu naik ( ) = 0,883 jam dengan tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir (Tp) = 5,306 jam, dengan waktu untuk mencapai puncak (qp) = 0,466 m3/detik/km2, dengan debit puncak ( ) = 236,300 m3/det, waktu dasar ( ) = 86,58 Jam. Sedangkan Hasil perhitungan metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu diperoleh nilai debit puncak ( ) yaitu 10,05 m3/det dengan durasi waktu (t) = 4,21 jam. Periode ulang 10 tahun sebesar 509,93m3/det, periode ulang 25 tahun sebesar 636,24 m3/det, dan periode ulang 50 tahun sebesar 732,45 m3/det. Dari hasil-hasil yang telah didapatkan maka dapat diketahui nilai-nilai debit puncak dengan kedua metode yang berbeda.