Suparjo Suparjo
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Kualitas Produk Handle SS Belly Shape dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) di CV. XYZ Suparjo Suparjo; Mochamad Bagus Setiyawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.973 KB)

Abstract

Pengendalian kualitas sangat penting untuk dilakukan karena akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan baik terhadap produksi maupun pendapatan. CV. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang pembuatan cetakan bahan metal dan komponen teko. Pada saat ini proses produksi handle ss belly shape masih menghasilkan produk cacat. Penelitian yang dilakukan di CV. XYZ menemukan tiga jenis cacat yang disebabkan oleh mode kegagalan yang terjadi saat proses produksi. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk mengidentifikasi nilai risiko mode kegagalan yang terjadi selama proses produksi. Dari hasil FMEA kemudian dilanjutkan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengetahui faktor yang mendasari mode kegagalan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mendasari mode kagagalan yang menyebabkan produk cacat. Dari hasil perhitungan Risk Priority Number (RPN) mode kegagalan yang memiliki nilai tertinggi adalah mata gerinda mengalami glazing sebesar 150. Kemudian analisa penyebab mode kegagalan tersebut menggunakan metode FTA didapatkan minimal cut sets : temperatur tinggi akibat gesekan benda kerja dengan material abrasif, atau alur bur terlalu kecil dan tidak ada tools untuk melihat alur burr, atau Operator baru, atau tidak ada SOP yang jelas atau, Operator kurang konsentrasi atau, Kurangnya informasi jenis material produk.