Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Studi Eksperimental Pengaruh Radius Lintasan dan Massa Bola Terhadap Respon Getaran Model Bangunan Berperedam Bola Naim Irfani; Ardi Noerpamoengkas; Ilham Bagus Dwi Cahyono
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 01 2021
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.543 KB)

Abstract

Teknologi jaman sekarang banyak menggunakan sistem peredam dinamik pada getaran, getaran bisa disebut juga sebagai gaya osilasi, namun gaya osilasi yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem. Getaran dapat direduksi dengan menambahkan DVA. Banyak peneliti yang mengembangkan sistem peredam dinamik guna mendorong teknologi yang ada saat ini. Dalam penelitian yang berupa sistem getaran satu derajat kebebasan. Bangunan di modelkan secara satu tingkat dan dilakukan gaya eksitasi awal untuk mengetahui respon karakteristik getaran. Penelitian berupa studi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh radius lintasan dan massa bola dan frekuensi natural dari massa utama berupa bangunan satu tingkat pada kondisi dynamic vibration absorber dan mengetahui respon dinamis pada bola menggelinding jika diberikan massa tambahan yaitu dengan variasi radius lintasan 10 cm, 15 cm, 20 cm yang terpasang pada bangunan 1 tingkat dan massa bola kelereng 20 gram, kayu 9 gram dan karet 11 gram yang diletakkan dalam masing – masing radius lintasan tersebut, digerakkan menggunakan sistem pneumatic dengan alat accelerometer untuk mengetahui amplitude respon tunak. Dengan hasil penelitian yang menunjukkan radius lintasan 10 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.96 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk radius lintasan 15 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83, dan radius lintasan 20 cm mendapatkan respon peralihan maksimal 0.24 G dan amplitudo respon tunak 0.80 G, sedangkan untuk massa bola 9 gram (kayu) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.67 G dan amplitudo respon tunak 0.87 G, untuk massa bola 11 gram (karet) mendapatakan respon peralihan maksimal 0.60 G dan amplitudo respon tunak 0.83 G dan massa bola 20 gram (kelereng) mendapatkan respon peralihan maksimal 0.53 G dan amplitudo respon tunak 0.67 G. Dari studi eksperimen ini penulis mengetahui bahwa massa bola yang semakin besar dan radius lintasan bola semakin besar menyebabkan respon peralihan maksimal dan amplitude respon tunak semakin kecil.