Muh. Hasyim Rosyidi
Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

IMPLEMENTASI KURIKULUM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM DI TK MUAWANAH LAMONGAN Muh. Hasyim Rosyidi; Sunaji Sunaji; Abd.Haris
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 4: Februari 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.395 KB)

Abstract

Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang disediakan sebagai acuan dalam proses pembelajaran, yang otomatis harus mengikuti perubahan dan perkembangan kemajuan manusia. Dengan demikian program kurikulum yang ada disekolah harus selalu melakukan pengembangan, dalam arti memperbarui, mendesain atau merumuskan kembali dari kurikulum sebelumnya. Perubahan yang terjadi pada kurikulum tingkat satuan Pendidikan menjadi kurikulum 2013, dan sekarang menjadi kurikulum darurat sehingga menjadikan beberapa guru belum sepenuhnya memahami maksud dari kurikulum tersebut dan cara untuk mengimplementasikannya. Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk mengetahui implementasi kurikulum perspektif filsafat pendidikan islam anak usia dini di TK Muawanah. 2) mengetahui apa faktor penghambat dan pendukung dalam mengimplementasikan kurikulum perspektif filsafat pendidikan islam anak usia dini di TK Muawanah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang disesuaikan Lembaga TK Muawanah. Teknik pengumpulan data yaitu dengan Wawancara, Observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Implementasi Di TK Muawanah pada masa seperti saat ini masa pandemi ini menggunakan kurikulum darurat. Kurikulum tersebut telah dikembangkan dan disesuaikan dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Dan kurikulum darurat telah berjalan dengan baik. Mengenai pengembangan kurikulum PAUD di TK Muawanah, saat ini TK Muawanah mengikuti arahan dari kementrian Agama kabupaten/kota dan kementrian agama provinsi untuk mengembangkan kurikulum darurat. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik yang merupakan tuntunan dari kurikulum 2013 yang berupa mengamati, menanya mengumpulkan informasi, menalar dan mengkomunikasikan. Dari sini bisa kita lihat kalau kurikulum darurat adalah penyederhanaan kompetensi dasar yang mengacu kurikulum 2013. Dalam proses penilaian telah menggunakan penilaian autentik yang meliputi penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan