Yunita Laila Astuti
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANTENATAL CARE DAN KOMPLIKASI PERSALINAN DI INDONESIA: ANALISIS DATA SURVEI DEMOGRAFI DAN KESEHATAN INDONESIA 2017: ANTENATAL CARE AND CHILDBIRTH COMPLICATIONS IN INDONESIA: DATA ANALYSIS OF INDONESIA DEMOGRAPHIC AND HEALTH SURVEY 2017 Hariyanti Hariyanti; Yunita Laila Astuti
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 1 No. 2 (2021): JSMWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.754 KB) | DOI: 10.36082/jmswh.v1i2.255

Abstract

Komplikasi persalinan merupakan penyebab utama kematian ibu yang tinggi di Indonesia. Upaya strategis untuk mencegah komplikasi persalinan adalah antenatal care. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh antenatal care terhadap komplikasi persalinan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data SDKI 2017. Sampel penelitian adalah perempuan yang mempunyai anak lahir hidup terakhir dalam 5 tahun sebelum survei dengan besar sampel 15.021 responden. Analisis data menggunakan multiple regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu bersalin mengalami komplikasi persalinan (71%). Hampir seluruh perempuan hamil menerima pelayanan antenatal care, namun upaya ini tidak mampu mencegah komplikasi persalinan. Peningkatan umur perempuan, pendidikan perempuan dan sosial ekonomi keluarga dapat menurunkan kejadian komplikasi persalinan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya optimal tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan antenatal care hanya mampu mendeteksi risiko komplikasi persalinan, tetapi belum dapat mencegah risiko komplikasi persalinan tersebut tanpa dukungan perilaku masyarakat itu sendiri yang sangat ditentukan oleh faktor pendidikan dan sosial ekonomi keluarga. Untuk itu hak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesejahteraan sosial ekonomi yang merata di seluruh wilayah menjadi dasar masukan untuk pengambil kebijakan di Indonesia agar mampu mencapai target Angka Kematian Ibu pada SDGs 2030. Selain itu, pendewasaan usia perkawinan dan penundaan kehamilan pada remaja juga perlu diperhatikan.