Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemodelan Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) untuk Meramalkan Indeks Harga Konsumen 7 Kota di Jawa Barat Agnesya Risnandar; Anneke Iswani Achmad
Bandung Conference Series: Statistics Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Statistics
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcss.v3i1.6345

Abstract

Abstract. Inflation is an economic problem that often arises in Indonesia. Inflation is a continuous increase in the price of goods and services which can cause a decrease in the value of money. Inflation plays an important role in determining economic conditions, one of the indicators used to measure the inflation rate is the Consumer Price Index (CPI). The CPI is not only influenced by the previous time element, but also influenced by the inter-location element. The Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) method is one of the methods that can be used to analyze data that involves the relationship between time and location. This research will use CPI data for 7 cities in West Java, namely Bogor City, Sukabumi City, Bandung City, Cirebon City, Bekasi City, Depok City, and Tasikmalaya City with monthly period data from January 2014 to December 2019. This study aims to obtain the best GSTAR model and forecasting results for CPI data for 7 cities in West Java. Based on the research results, the GSTAR (5.1)I(1) model with uniform weights has the smallest RMSE value of 0.467767 compared to the distance inverse weight and cross-correlation normalization, so the best model for CPI data for 7 cities in West Java is the GSTAR (5.1)I(1) model with uniform weight. The forecasting results obtained, in general, in 2023 the CPI of 7 cities in West Java will experience a periodic increase. Abstrak. Inflasi merupakan permasalahan ekonomi yang sering muncul di Indonesia. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus yang dapat menyebabkan penurunan nilai uang. Inflasi berperan penting dalam menentukan kondisi perekonomian, salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK tidak hanya dipengaruhi oleh unsur waktu sebelumnya, tetapi juga dipengaruhi oleh unsur antar lokasi. Metode Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data yang melibatkan keterkaitan antar waktu dan lokasi. Pada penelitian ini akan digunakan data IHK 7 kota di Jawa Barat yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya dengan data periode bulanan dari Januari 2014 sampai Desember 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model GSTAR terbaik dan hasil peramalan untuk data IHK 7 kota di Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian model GSTAR (5,1)I(1) dengan bobot seragam memiliki nilai RMSE terkecil yaitu sebesar 0.467767 dibandingkan dengan bobot invers jarak dan normalisasi korelasi silang, sehingga model terbaik untuk data IHK 7 kota di Jawa Barat yaitu model GSTAR (5,1)I(1) dengan bobot seragam. Hasil peramalan yang diperoleh, secara umum pada tahun 2023 IHK 7 kota di Jawa Barat mengalami peningkatan secara periodik.
Pemodelan Generalized Space Time Autoregressive untuk Meramalkan Indeks Harga Konsumen Agnesya Risnandar; Anneke Iswani Achmad
Jurnal Riset Statistika Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Statistika (JRS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrs.v3i1.1792

Abstract

Abstract. Inflation is an economic problem that often arises in Indonesia. Inflation is a continuous increase in the price of goods and services which can cause a decrease in the value of money. Inflation plays an important role in determining economic conditions, one of the indicators used to measure the inflation rate is the Consumer Price Index (CPI). The CPI is not only influenced by the previous time element, but also influenced by the inter-location element. The Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) method is one of the methods that can be used to analyze data that involves the relationship between time and location. This research will use CPI data for 7 cities in West Java, namely Bogor City, Sukabumi City, Bandung City, Cirebon City, Bekasi City, Depok City, and Tasikmalaya City with monthly period data from January 2014 to December 2019. This study aims to obtain the best GSTAR model and forecasting results for CPI data for 7 cities in West Java. Based on the research results, the GSTAR (5.1)I(1) model with uniform weights has the smallest RMSE value of 0.467767 compared to the distance inverse weight and cross-correlation normalization, so the best model for CPI data for 7 cities in West Java is the GSTAR (5.1)I(1) model with uniform weight. The forecasting results obtained, in general, in 2023 the CPI of 7 cities in West Java will experience a periodic increase. Abstrak. Inflasi merupakan permasalahan ekonomi yang sering muncul di Indonesia. Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus yang dapat menyebabkan penurunan nilai uang. Inflasi berperan penting dalam menentukan kondisi perekonomian, salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). IHK tidak hanya dipengaruhi oleh unsur waktu sebelumnya, tetapi juga dipengaruhi oleh unsur antar lokasi. Metode Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data yang melibatkan keterkaitan antar waktu dan lokasi. Pada penelitian ini akan digunakan data IHK 7 kota di Jawa Barat yaitu Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Bekasi, Kota Depok, dan Kota Tasikmalaya dengan data periode bulanan dari Januari 2014 sampai Desember 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model GSTAR terbaik dan hasil peramalan untuk data IHK 7 kota di Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian model GSTAR (5,1)I(1) dengan bobot seragam memiliki nilai RMSE terkecil yaitu sebesar 0.467767 dibandingkan dengan bobot invers jarak dan normalisasi korelasi silang, sehingga model terbaik untuk data IHK 7 kota di Jawa Barat yaitu model GSTAR (5,1)I(1) dengan bobot seragam. Hasil peramalan yang diperoleh, secara umum pada tahun 2023 IHK 7 kota di Jawa Barat mengalami peningkatan secara periodik.
Analisis Korespondensi pada Jumlah Pengangguran Terbuka Menurut Kabupaten/Kota Berdasarkan Pendidikan Tertinggi Dia Camartya; Anneke Iswani Achmad
Jurnal Riset Statistika Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Statistika (JRS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrs.v2i2.1424

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine the pattern of closeness formed between the number of open objects by district/city based on the highest education completed in West Java in 2019. In this study, an independence test was conducted using the chi-square test to analyze whether there was a significant relationship between row variables and column variables. From the results of the chi-square analysis, it can be concluded that there is a significant difference between the district/city variable and the highest education variable completed, then by looking at the pattern of proximity using correspondence analysis, it can be concluded that the highest number of open with the highest education completed not/not yet graduated from elementary school is in City of Banjar and for the minimum number graduated with the highest education graduated from elementary school graduates are in Cianjur Regency, then for the minimum number graduated with the highest education completed in Sukabumi Regency, while for the minimum number those who graduated with the highest education graduated high school graduates in the City Tasikmalaya, the latter is in the number with the highest number of educations completed then Diploma I/II/III/Academic/University graduates in Bekasi City. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kedekatan yang terbentuk antara jumlah pengangguran terbuka menurut kabupaten/kota berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Jawa Barat pada tahun 2019. Dalam penelitian ini dilakukan uji independensi dengan menggunakan uji chi-square untuk menganalisis apakah terdapat hubungan signifikan antara variabel baris dan variabel kolom. Dari hasil analisis chi-square didapat kesimpulan bahwa terdapat hubungan signifikan antara variabel kabupaten/kota dan variabel pendidikan tertinggi yang ditamatkan, kemudian dengan melihat pola kedekatan menggunakan analisis korespondensi didapat kesimpulan bahwa jumlah pengangguran terbuka terbanyak dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan tidak/belum tamat SD berada di Kota Banjar dan untuk jumlah pengangguran terbuka terbanyak dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan lulusan SD berada di Kabupaten Cianjur, kemudian untuk jumlah pengangguran terbuka terbanyak dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan lulusan SLTP berada di Kabupaten Sukabumi, sedangkan untuk jumlah pengangguran terbuka terbanyak dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan lulusan SLTA berada di Kota Tasikmalaya, selanjutnya yang terakhir untuk jumlah pengangguran terbanyak dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan lulusan Diploma I/II/III/Akademik/Universitas berada di Kota Bekasi.