Reza Abdul Kodir
Farmasi, Universitas Islam Bandung

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Propionibacterium acnes Ekstrak Etanol dan Fraksi Daun Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta Analisis KLT Bioautografi Anisa Dwi Nuraeni; Reza Abdul Kodir
Jurnal Riset Farmasi Volume 1, No. 1, Juli 2021, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.947 KB) | DOI: 10.29313/jrf.v1i1.26

Abstract

Abstract. Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) is a plant that is considered to have antibacterial activity. Acne is a problem in the skin caused by the bacteria Propionibacterium acnes. This research’s aimed to determine the potential antibacterial activity of ethanol extracts and karuk leaf’s fractions, and can find out the class of chemical compounds contained from the ethanol extract and the fraction of karuk leaves which have antibacterial activity. Karuk leaf was extracted by maceration method using 96% ethanol solvent, followed by fractionation using the liquid-liquid extraction method with n-hexane, ethyl acetate, and water solvents. Antibacterial activity test of ethanol extract and fraction with a concentration of 2%, 4%, 6%, and 8% using the well diffusion agar method. To identify the class of compounds that have antibacterial activity, the TLC Bioautography method is used. From the results of research that has been done shows that ethanol extract and n-hexane fraction can inhibit the growth of Propionibacterium acnes with the highest inhibitory diameter of 10.11mm in the extract, and in the n-hexane fraction of 10.93 mm. in the ethyl acetate fraction and the water fraction there is no inhibitory zone formed so that it cannot provide antibacterial activity. The TLC Bioautography results did not show any inhibitory zones and there was no change in color when given a spotting viewer. So that compounds cannot be identified that have antibacterial activity Abstrak. Karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) merupakan tanaman yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Jerawat merupakan permasalahan pada kulit disebabkan adanya bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dan fraksi daun karuk, serta dapat mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dari hasil ekstrak etanol dan fraksi daun karuk yang memiliki aktivitas antibakteri. Daun karuk diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi dengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, dan 8% menggunakan metode difusi sumuran agar. Untuk mengetahui golongan senyawa yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri digunakan metode KLT Bioautografi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa ekstrak etanol dan fraksi n-heksan dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dengan diameter hambat tertinggi 10,11mm pada ekstrak, dan pada fraksi n-heksan 10,93 mm. pada fraksi etil asetat dan fraksi air tidak terbentuk adanya zona hambat sehingga tidak dapat memberikan aktivitas sebagai antibakteri. Hasil KLT Bioautografi tidak menunjukan adanya zona hambat serta tidak terdapat perubahan warna ketika diberikan penampak bercak. Sehingga tidak dapat teridentifikasi senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri.
Penelusuran Pustaka Potensi Aktivitas Antioksidan Buah Terong (Solanum melongena L.) Andri Ryandi; Kiki Mulkiya Yuliawati; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.734 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3760

Abstract

Abstract. Eggplant (Solanum melongena) is commonly used as food. However, it also has potention in medication, because of the phytochemicals content in it. One of its activities potention is as an antioxidant. Its antioxidant activities needs to be proofed scientifically, to open the opportunity for the use of eggplant in the future in medication. Therefore, it is necessary to conduct research related to the mechanism of action of eggplant as an antioxidant, as well as the compounds that play role. The research was conducted through literature review from research article. The result state that eggplant has potention as an antioxidant, because of the content of phenolic, polyphenols, flavonoids (rutins, nasunins, delphinidin-3-rutinosides, anthocyanins), alkaloids, tannins, terpenoids, saponins, pectin, protocatechuic acid, chlorogenic acid, and ascorbic acid. The antioxidant mechanism is through electron donor and/or complex formation with free radicals, inhibition of Reactive Oxygen Species, and induction of Superoxide Dismutase, Glutathione, & Catalase. Abstrak. Terong (Solanum melongena) merupakan tanaman yang buahnya lazim dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Namun, buah terong juga berpotensi untuk digunakan dalam pengobatan, karena kandungan senyawa fitokimia didalamnya. Salah satu aktivitas yang dimiliki buah terong adalah sebagai antioksidan. Hal ini menjadi peluang pemanfaatan buah terong dalam pengobatan, namun perlu pembuktian secara ilmiah. Karenanya, perlu dilakukan penelitian terkait mekanisme aksi buah terong sebagai antioksidan, serta senyawa yang berperan atas aktivitas tersebut. Penelitian dilakukan melalui penelusuran pustaka, dengan sumber data berupa artikel-artikel penelitian yang sudah dipublikasikan sebelumnya. Hasilnya menyatakan bahwa buah terong berpotensi sebagai antioksidan, berkat kandungan senyawa fenol, polifenol, flavonoid (rutin, nasunin, delphinidin-3-rutinoside, antosianin), alkaloid, tannin, terpenoid, saponin, pektin, asam protokatekuat, asam klorogenat, dan asam askorbat. Mekanisme antioksidan berlangsung melalui beberapa cara, yaitu donor elektron dan atau membentuk kompleks dengan radikal bebas, inhibisi Reactive Oxygen Species, dan induksi Superoxide Dismutase, Glutathion, & Catalase.
Penelusuran Pustaka Senyawa Aktif dan Mekanisme Aksi Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Mikroorganisme Penyebab Gangguan Kesehatan Gigi dan Mulut Rosa Afriliani; Indra Topik Maulana; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.815 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4160

Abstract

Abstrak. Daun sirih (Piper betle L.) banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional dikalangan masyarakat, salah satunya untuk pengobatan gangguan kesehatan gigi dan mulut. Air rebusannya bisa menghilangkan bau mulut dan untuk kumur-kumur. Penelusuran pustaka ini bertujuan untuk mengetahui senyawa aktif dan mekanisme aksi daun sirih sebagai antimikroba terhadap mikroorganisme penyebab gangguan kesehatan gigi dan mulut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Systematic Literature review (SLR) dengan menggunakan metode diagram prisma. Hasilnya diketahui bahwa senyawa aktif Allypyrocatechol dan Hydroxychavicol berperan sebagai antimikroba, mekanisme aktivitas antimikroba ekstrak daun sirih sangat beragam yaitu terhadap E. coli dengan mengikat dan membelah DNA sehingga bakteri terbunuh, terhadap S. gordonii dengan menghancurkan dinding sel bakteri, terhadap S. intermedius dan S. mutans dengan mengganggu dan merusak membran sel serta menghambat pembentukan biofilm, terhadap S. sanguinis dengan memblokir aktivitas enzim MurA dan terhadap C. albicans dengan merusak DNA jamur. Mekanisme antimikroba yang paling dominan adalah penghambatan dinding sel oleh Allypyrocatechol. Aktivitas antimikroba yang paling kuat yaitu terhadap bakteri Streptococcus sanguinis dengan MIC sebesar 39,1 µg/mL. Abstract. Betle leaf (Piper betle L.) widely used as traditional medicine among the community, one of which is for the treatment of dental and oral health disorders. The boiledwater can eliminate bad breath and for gargles. Library search aims to determine the active compounds and mechanisms of action of betle leaves as antimicrobials against microorganisms that cause dental and oral health disorders. The type of research carried out is Systematic Literature review (SLR) using the prism diagram method. The results are known that the active compounds Allypyrocatechol and Hydroxychavicol act as antimicrobials, the mechanism of antimicrobial activity of betle leaf extract is very diverse, namely against E. coli by binding and splitting DNA so that bacteria are killed, against S. gordonii by destroying the cell walls of bacteria, against S. intermedius and S. mutans by disrupting and damaging cell membranes and inhibiting the formation of biofilms, against S. sanguinis by blocking the activity of the enzyme MurA and against C. albicans by damaging the DNA of fungi. The most dominant antimicrobial mechanism is the inhibition of the cell wall by Allypyrocatechol. The strongest antimicrobial activity is against the bacterium Streptococcus sanguinis with a MIC of 39.1 μg / mL.
Studi Literatur Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Pisang (Musa paradisiaca L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Sherly Aeldha Anuzar; Yani Lukmayani; Reza Abdul Kodir
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.356 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4298

Abstract

Abstract. Infectious diseases are disorders caused by microorganisms or microbes that cannot be seen with the naked eye and can multiply in the body Based on Gram staining bacteria can be divided into Gram-positive bacteria and Gram-negative bacteria. Treatment of infection can be carried out by the administration of antibacterial substances. One of the plants that has antibacterial potential is banana peel. Compounds contained in banana peels that have the potential to be antibacterial are phenolics, flavonoids, saponins and tannins. The purpose of this study is to analyze banana peel extract as an antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli and the content of active compounds in it. The research method carried out is by using a Systematic Literature Review (SLR). The results obtained in this study banana peel have the potential to be antibacterial against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Abstrak. Penyakit infeksi merupakan gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme atau mikroba yang tidak dapat dilihat dengan kasat mata dan dapat perkembang biak pada tubuh Berdasarkan pewarnaan Gram bakteri dapat dibagi menjadi bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Pengobatan infeksi dapat dilakukan dengan pemberian zat antibakteri. Salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu kulit pisang. Senyawa yang terkandung pada kulit pisang yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu fenolat, flavonoid, saponin dan tannin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis ekstrak kulit pisang sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta kandungan senyawa aktif yang ada di dalamnya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Hasil yang didapat pada penelitian ini kulit pisang berpotensi sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.