Evans Oktaviansyah
Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN Oktaviansyah, Evans
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area. Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN Oktaviansyah, Evans
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7093

Abstract

The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area. Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan
Penataan Permukiman Kumuh Rawan Bencana Kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan Oktaviansyah, Evans
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unbalance condition between land supply and the growth of urban activities will cause a settlement problem. This conditions also happened in coastal zone of Tarakan which resulting the slum areas. The purposes of this research are to indentify the characteristics, to evaluate the vulnerability of fire hazard and find the solutions for the slum problem in Lingkas Ujung, Tarakan. The research uses descriptive- evaluative approach, and the main analysis is the ‘scoring method’ for identifying the slum and fire hazard areas. The results are 1) The slum areas of Lingkas Ujung Tarakan are classified into coastal slum area, which most of them are floating houses. 2) The areas which calssified into slum area have high vulnerability of fire hazard. This condition affected by the building density and building structure. The area categorized the worst slum are block (rukun tetangga) 6 and 11, and the other categorized medium slum. Block 1 is not categorized into slum area, because this block has low population and density bulding.The vulnerability of fire hazard in Lingkas Ujung affected by building density, accessibility, building structure and water resource. The block categorized into high risk of fire hazard are block 2, 3, 8, 14, 16 and 18. 3) The solutions of slum area in Lingkas Ujung Tarakan are; short term approach purpose to solve the fire risk, waste management and sanitation, long time approach purpose to redesign the area, using land consolidation.Keywords: Slum Area, Fire Hazard
PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH RAWAN BENCANA KEBAKARAN DI KELURAHAN LINGKAS UJUNG KOTA TARAKAN Oktaviansyah, Evans
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v14i2.7093

Abstract

The rate of urban economic development is rapidly increasing making increasing intensity of urban activities and land use are increasingly competitive. The condition also occurred in coastal areas in the city of Tarakan which resulted in the growth of urban slums. The purpose of this study is to identify the characteristics of slums in Sub End Lingkas Tarakan City kebarakan settlements and their vulnerability and plan treatment. Method research approach using descriptive-evaluative method, the method pemobobotan level of squalor and fire. The results obtained are 1) Settlement in the Village Edge Lingkas a village on water with a majority of non-permanent structures and slums. 2) The area to the category of fire-prone slums have a tendency, it is influenced by the density of buildings and structures. Neighborhood (RT) to the category of most slum located in RT 6 and 11, while the other belongs to the category RT seedy looking. RT is not classified as slum is RT 1. Flammability level in Sub End Lingkas influenced by the density of buildings, accessibility, building structures and water sources. RT which included highly prone to fire is RT 2, 3, 8, 14, 16, and 18. 3) Setup the slum areas is done by two approaches, namely short-term problems of fire, garbage and sanitation, while the long-term plan to rejuvenate the area. Laju perkembangan ekonomi perkotaan yang semakin pesat membuat intensitas kegiatan perkotaan meningkatkan dan pemanfaatan lahan yang semakin kompetitif. Kondisi tersebut terjadi pula pada kawasan pesisir pantai di Kota Tarakan yang berakibat pada tumbuhnya permukiman kumuh kota. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik permukiman kumuh di Kelurahan Lingkas Ujung Kota Tarakan beserta kerawanan kebarakan permukiman dan rencana penanganannya. Metode pendekatan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-evaluatif, dengan metode pemobobotan tingkat kekumuhan dan kebakaran. Hasil yang didapatkan yaitu 1) Permukiman di Kelurahan Lingkas Ujung berupa perkampungan di atas air dengan mayoritas struktur bangunan non permanen dan kumuh. 2) Wilayah dengan kategori kumuh memiliki kecenderungan rawan kebakaran, hal ini dipengaruhi oleh faktor kepadatan bangunan dan struktur bangunan. Rukun Tetangga (RT) dengan kategori paling kumuh berada di RT 6 dan 11, sedangkan RT lainnya termasuk kategori kumuh sedang. RT yang tidak tergolong kumuh adalah RT 1. Tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Lingkas Ujung dipengaruhi oleh kepadatan bangunan, aksesibilitas, struktur bangunan dan sumber air. RT yang termasuk sangat rawan kebakaran adalah RT 2, 3, 8, 14, 16, dan 18. 3) Penataan kawasan permukiman kumuh dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu jangka pendek untuk permasalahan kebakaran, persampahan dan sanitasi, sedangkan rencana jangka panjang dengan peremajaan kawasan