Saat ini hampir semua sekolah di Kota Semarang masih ditutup karena angka penyebaran virus Covid-19 masih sangat tinggi, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan masih secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebagai akibat dari penggunaan pembelajaran model Brain Based Learning berbasis Learning Management Sys-tem pada kelas eksperimen, dan Pembelajaran Daring Konvensional pada kelas kontrol. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 30 Semarang tahun ajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian metode posttest only control design. Hasil penelitian menunjukkan (1) kualitas pembelajaran matematika dengan pembelajaran menggunakan model Brain Based Learning berbasis Learning Management System yang berfokus pada kemampuan pemecahan masalah matematis berkriteria sangat baik. (2) pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Brain Based Learning berbasis Learning Management System lebih baik daripada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran daring konvensional. (3) pada kelas eksperimen terdapat 8 siswa yang berkriteria kemampuan pemecahan matematis tinggi, 19 siswa memiliki kemam-puan pemecahan masalah matematis sedang dan 3 siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah ma-tematis rendah, (4) sedangkan untuk kelas kontrol terdapat 4 siswa yang memeiliki kemampuan pemecahan matematis tinggi, 19 siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis sedang dan 7 siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis rendah. Dari kesimpulan diatas bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapat pembelajaran menggunakan model Brain Based Learning berbasis Learning Management System lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematis yang menggunakan pembelajaran daring konvensional.