Amrillah Amrillah
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perlakuan Rebusan Gula Aren (Arenga Pinnata) Yang Diberikan Perolar Terhadap Stamina Mencit Dengan Metode Natatory Exhaution M. Sidrotullah; Khairil Pahmi; Amrillah Amrillah
JIKF Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan dan Farmasi
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan UNW Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.028 KB) | DOI: 10.51673/jikf.v7i2.585

Abstract

Di indonesia tanaman aren banyak terdapat dan tersebar hampir di seluruh wilayah nusantara, khususnya di darerah-daerah perbukitan yang lembab dan tumbuh secara individu maupun secara berkelompok (Lempang, 2012). Aren (Arenga pinnata Merr) merupakan jenis tanaman palem-palema yang memiliki kandungan fruktosa dan sukrosa yang tinggi. Menurut Darwin (2013), gula adalah karbohidrat yang sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Sifat kimia yang dilaporkan oleh Novariant dkk., 2002 adalah mengandung sukrosa 13,9-74,9%, karbohidrat 11,28%, protein 0,2%, lemak 0,02%, dan abu 0,24%. Gula aren sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai obat penambah stamina karena mangandung komponen gula yang dominan dalam bentuk sukrosa (gabuangan antara glukosa dan fruktosa). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan rebusan gula aren (Arenga pinnata) yang di berikan peroral terhadap penambah setamina mencit. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre test post test only controlled group design. Yaitu jenis penelitian yang melakukan pengamatan terhadap kelompok kontrol sebelum dan setelah diberi suatu tindakan (Notoatmojo. 2012). Hasil penelitian ini adalah rata-rata waktu lelah renang mencit dengan menggunakan uji perlakuan kontrol positif, kontrol negatif, dan kosentrasi 100% yang berbeda secara signifikan. sedangkan rata-rata waktu lelah mencit uji perlakuan kosentrasi 20%, kosentrasi 40%, kosentrasi 60%, kosentrasi 80% tidak berbeda secara signifikan. Dari keseluruhan konsentrasi yang dibuat hanya konsentrasi 100% yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan setamina pada mencit.