Ali Nurdin
Dosen Institut PTIQ Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wawasan Al-Qur’an Tentang Kebhinekaan dan Persatuan Ali Nurdin
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.775 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v16i2.78

Abstract

Allah membentangkan ayat-ayatnya melalui ciptaanya yang beraneka ragam. Allah menciptakan benda mati, makhluk hidup seperti tumbuhan, binatang, malaikat dan manusia. Diyakini keanekaragaman ciptaan Allah tersebut sebagai landasan dasar pluralitas atau kemajemukan. Demikian inilah yang dijelaskan Al-Qur’an sebagai sebuah kemajemukan atau kebhinnekaan, dan menjadi sebuah kepastian sebagai hukum Allah atau undang-undang ilahiah. Di balik kemajemukan tersebut pada dasarnya tersirat tuntunan pentingnya persatuan. Allah juga menurunkan satu agama yaitu tauhid/islam. Para rasul yang membawa risalah tersebut tidak ada perbedaan, semuanya membawa misi tauhid. Meskipun begitu, syariat yang diajarkan berbeda-beda. Ekspresi dan penafsirannya pun beraneka ragam.
Wawasan Al-Qur’an Tentang Kebhinekaan dan Persatuan Ali Nurdin
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 16 No. 2 (2016): Al Burhan: Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur’an
Publisher : LP2M Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53828/vfjq6f10

Abstract

Allah has presented His verses through the diversity of His creation. He created the inanimate objects, living things such as plants, animals, angels and men. It is believed that the diversity of His creation as the basis of plurality or diversity policy. So, this is what the Qur’an describes as a plurality or diversity, and become a certainty as the laws of Allah or God divine law. Behind plurality guidance basically implied the importance of unity. Allah also has sent down one religion, namely monotheism/ Islam. The apostles (messenggers) who brought the teaching without difference, all of them lead a mission of monotheism. Even so, the shari’a has been taught in different way. Expression and interpretation is also varied.