Topikurohman
Institut PTIQ Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kecerdasan Komunikasi Spiritual dalam Upaya Membangun Perdamaian dan Toleransi Beragama Topikurohman Bedowi
El Madani : Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 1 No. 02 (2020): El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Dakwah Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.701 KB) | DOI: 10.53678/elmadani.v1i02.128

Abstract

Setiap saat di setiap sudut wilayah negeri ini pemandangan intoleransi dan kekacauan, bahkan pengalaman dibedakan, diasingkan, direndahkan, dan ditiadakan (the other) mengisi perjalanan hidup bangsa ini. Entah berapa nyawa yang sudah melayang karena intoleransi dan diskriminasi. Penulis pikir perlu kiranya mentranformasikan kembali sebuah tatanan masyarakat “ melek komunikasi” yang didasarkan kecerdasan spiritual. Sehingga dapat disarikan bahwa pengertian “ Spiritual Communication Quotient” adalah suatu proses penyampaian pesan-pesan berbasis nilai-nilai Ilahiah melalui media-atau saluran-saluran tertentu dalam rangka untuk mendapatkan solusi bagi perwujudan perdamaian antarumat beragama di muka bumi. Adapun komponen Kecerdasan Komunikasi ini disarikan dari kandungan Al-Qur’an seperti: berbicara yang efektif (qawlan balighan) dalam QS.An-Nisaa:63, berbicara benar (qawlan sadiddan) dalam QS. An-Nisaa:9, dan berbicara baik (qawlan ma’rufan) dalam QS. Al-Imran:104, berbicara yang lembut (qawlan layinan) dalam QS. Thaahaa:44, berbicara yang pantas (qawlan maysuran) dalam QS Al-Isra:28, dan berbicara yang mulia (qawlan kariman) dalam QS. Al-Isra:23, dan sebagainya. Pendekatan SCQ ini harus diintegrasikan dan diimplemantasikan secara kafah dan istiqamah lagi agar tercipta perdamaian dan tatanan masyarakat yang penuh toleransi.
PERKEMBANGAN CORAK PENAFSIRAN AL-QUR’AN DARI PERIODE KLASIK SAMPAI MODERN Muhamad Ibtissam Han; Topikurohman
Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an Vol. 20 No. 2 (2020): Al Burhan: Jurnal Kajian Ilmu dan Pengembangan Budaya Al-Qur'an
Publisher : Institut PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.555 KB) | DOI: 10.53828/alburhan.v20i2.212

Abstract

This article will explain the development of the style of interpretation of the Koran from the classical period to the modern period. The authors use the literature research model (literature study) by reading books on interpretations from scholars and commentaries of scholars. Broadly speaking, the Classical period has many agreed-upon models of interpretation based on tradition and many uses of Islamic sources also support the linguistic aspect. While in the modern period emerged against the Old traditions ranging from the use of israiliyat tradition, the authority of the prophet, linguistic to the combination of the tradition of Western positivism thinking that illustrates various interpretations in the modern period with the exchange of mystical concepts and primitive concepts, also helped realize the discussions that support religion drocal.