Budi Setiyono
Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KINERJA KONTROLER INTERNAL MODEL KONTROL (IMC) PADA PLANT FIRST ORDE PLUS DEAD TIME (FOPDT) Wahyudi Wahyudi; Bayu Bagas Wara; Budi Setiyono
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 19, No 2 April (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.045 KB) | DOI: 10.12777/transmisi.19.2.58-64

Abstract

Sistem dengan waktu mati sering kita jumpai dalam dunia industri salah satunya sistem kolom distilasi biner yang biasa diwakili dengan fungsi alih First Orde Plus Dead Time (FOPDT). Adanya waktu mati akan membuat sistem menjadi tidak stabil.Intrnal Model Control (IMC) adalah salah satu metode kontrol untuk proses dengan waktu mati. Hal yang penting dalam mendesain kontrol IMC adalah pemilihan tuning filter IMC karena parameter filter IMC akan membuat sistem kontrol menjadi robust dan stabil. Dalam perancangan IMC pada proses FOPDT terdapat lima tuntunan tuning parameter filter IMC yaitu Rivera, Chien & Fruchaut, Lee et al, Skogestad, dan RC. Panda. Pada penelitian ini  variabel yang dikontrol dalam kolom distilasi adalah konsentrasi produk atas (XD) dan produk bawah (XB) dengan memanipulasi variabel laju aliran reflux (L) dan laju steam pada reboiler (Qr).Variabel gangguan yang mempengaruhi proses adalah laju aliran umpan (F) dan konsentrasi umpan (XF). Struktur kontrol MIMO yang digunakan adalah struktur multivariabel terdesentralisasi dengan pemilihan konfigurasi kontroler menggunakan metode Relative Gain Array (RGA). Model proses pada perancangan IMC 1 DOF menggunakan asumsi model sempurna dan mengikuti aturan perancangan MIMO IMC. Perbandingan performasi metode tuning filter IMC didasarkan pada nilai Integaral Absolut Error (IAE).Analisis perbandingan kinerja lima metode empiris tuning filter IMC menunjukkan metode Chien & Fruehaut dengan  dan  memperoleh nilai IAE terkecil pada semua pengujian yang dilakukan kecuali pada pengujian dengan sinyal uji band limited white noise variabel gangguan F.
SIMULASI MODEL KENDALI KOLOM DISTILASI BINER WOOD & BERRY DENGAN ADAPTIVE INTERNAL MODEL CONTROL 2 DEGREE OF FREEDOM (AIMC 2 DOF) MENGGUNAKAN MATLAB Reza Baskara Sutapa; Budi Setiyono; Wahyudi Wahyudi
Transmisi: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Vol 19, No 4 Oktober (2017): TRANSMISI
Publisher : Departemen Teknik Elektro, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.816 KB) | DOI: 10.14710/transmisi.19.4.145-151

Abstract

Distilasi merupakan salah satu unit operasi terpenting dalam teknik kimia. Kolom distilasi biner Wood & Berry memisahkan aliran feed (F, XF) menjadi produk atas (D,XD) dan produk bawah (B,XB). Perancangan kendali pada kolom distilasi biner memiliki beberapa kendala yang disebabkan oleh non-linearitas pada proses, interaksi multivariabel, dan adanya gangguan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan suatu metode kendali modern yang mampu membuat respon sistem mengikuti perubahan set point dan meredam atau mengeliminasi gangguan, sehingga keluaran komposisi produk sesuai dengan yang diharapkan. Metode Adaptive Internal Model Control 2 Degree of Freedom (AIMC 2 DoF) merupakan salah satu jenis metode kendali modern yang mampu mengendalikan plant multivariabel dan meredam atau mengeliminasi gangguan yang ada. Berdasarkan seluruh pengujian yang telah dilakukan, pengendali AIMC  2 DoF menggunakan metode tuning parameter filter Skogestad dengan nilai  dan  serta nilai gain adaptasi  dan   pada sistem multivariabel kolom distilasi biner Wood & Berry memiliki nilai IAE terkecil dibandingkan keempat metode lainnya.