Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA RSUD PADANGAN KABUPATEN BOJONEGORO Indah Ratna Sari; Satrijo Budiwibowo; Nur Wahyuning Sulistyowati
FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi Vol 6, No 2 (2018): FIPA 11
Publisher : FIPA : Forum Ilmiah Pendidikan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.627 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (????2), uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada RSUD Padangan Kabupaten Bojonegoro. 2) Komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada RSUD Padangan Kabupaten Bojonegoro. 3) Gaya kepemimpinan dan komitmen organisasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada RSUD Padangan Kabupaten Bojonegoro.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat Desa Kerik Melalui Pembuatan Tas Batik Shibori Wachidatul Linda Yuhanna; Vivin Kusuma Dewi; Filda Dwi Utami; Alfin Safitri; Indah Ratna Sari; Dherrys Septian Kriswandha; Kuswo Hadi Wiguno
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i4.386

Abstract

Kerik Village has one of the leading products, namely bags. The results of observations show that many people in Kerik Village still need side jobs to improve family welfare.  So far, the making of bag products is still constrained by several factors, especially related to product design, production, and marketing. The purpose of this community service program training is to improve the skills of the Kerik Village community in making Shibori batik bags. This training was conducted from April to May 2024. The targets of this program were 20 PKK women of Kerik Village. The approach taken from this program is the method of discussion, hands-on practice and evaluation. The community service program in Kerik Village ran conducively and smoothly and produced products in the form of Shibori batik bags. The training participants were able to make Shibori batik bags well. The level of understanding was very good at 15%, good at 75%, quite good at 0% and less good at 0%. In general, the training results showed that the participants understood how to make Shibori batik bags.  This training on making Shibori batik bags can support PKK in adding insight, skills, creativity and income in the development of creative industries.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Model Pembelajaran Inquiry dengan Media ICT pada Kelas V SDN 02 Klegen Indah Ratna Sari; Wachidatul Linda Yuhanna; Sri Suestik; Kuswo Hadi Wiguno
SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA) Vol 3, No 1 (2024): Tantangan dan Peluang dalam Menghadapi Revolusi Digital Dunia Pendidikan: Perspe
Publisher : SEMINAR NASIONAL SOSIAL, SAINS, PENDIDIKAN, HUMANIORA (SENASSDRA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas V SDN 02 Klegen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi model pembelajaran inquiry dengan media Information and Communication Technologies (ICT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 02 Klegen. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SDN 02 Klegen dengan jumlah siswa sebanyak 28. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran inquiry dengan media ICT dapat meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SDN 02 Klegen. Rata-rata nilai siswa materi gaya pada kondisi di tahap awal (pra siklus) 69%. Siswa yang tuntas sebanyak 40% (8 siswa) dan yang belum tuntas sebanyak 60%. Siklus pertama, rata-rata nilai siswa sebesar 74 dengan presentase ketuntasan sebesar 60% (12 siswa) dan yang belum tuntas 40%. Siklus kedua, nilai rata-rata siswa sebesar 81. Siswa yang tuntas sebanyak 80 % (16 siswa) dan 20% belum tuntas. Sehingga siklus dihentikan dan Penelitian Tindakan Kelas dinyatakan berhasil.