Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Algoritma Hibrid untuk Menentukan Produksi Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Di Semarang Safira Fegi Nisrina; Basuki Rahmat
Elkom : Jurnal Elektronika dan Komputer Vol 15 No 1 (2022): Juli : Jurnal Elektronika dan Komputer
Publisher : STEKOM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/elkom.v15i1.798

Abstract

Peningkatan pertumbuhan penduduk di Semarang berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan sampah dan listrik. Persoalannya, sampah hanya berpindah dari tempat pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir. Hal ini menyebabkan munculnya dampak buruk terhadap lingkungan kota yang kotor. Di sisi lain, permintaan kebutuhan listrik yang tinggi setiap tahunnya meningkat. Untuk mengatasi masalah ini adalah pemborosan telah dimanfaatkan bahan pembangkit listrik. Dua parameter telah diusulkan untuk memprediksi potensi pembangkit listrik tenaga sampah di kota Semarang seperti populasi dan sampah. Algoritma backpropagation dari JST telah digunakan untuk memprediksi pembangkit listrik tenaga sampah untuk tahun 2020 hingga 2022. Variabel yang digunakan dalam peramalan meliputi ukuran populasi dan volume sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi listrik WPP adalah 8,8 MWH untuk peramalan 3 tahun. sedangkan pertumbuhan orang ditunjukkan sebagai 1,7 juta selama 3 tahun. Potensi pembangkit listrik sampah PLN telah diberikan 0,29% dari total kebutuhan listrik di Jawa Tengah.
ANALISIS KESESUAIAN PENGUKURAN SENSOR SUHU INKUBATOR BAYI MENGGUNAKAN METODE BLAND-ALTMAN Khamdan Annas Fakhryza; Safira Fegi Nisrina; Efa Yumna Purwono; Mahardira Dewantara
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIK Vol. 10 No. 1 (2026): Jurnal Mutiara Elektromedik
Publisher : Prodi Teknik Elektromedik Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/elektromedik.v10i1.6169

Abstract

Latar belakang: Inkubator bayi berfungsi menjaga Neutral Thermal Environment (NTE) pada neonatus, sehingga akurasi sensor suhu menjadi faktor kritis dalam stabilitas sistem kontrol termal. Degradasi sensor akibat penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan deviasi pengukuran yang tidak terdeteksi melalui kalibrasi rutin. Tujuan: mengevaluasi akurasi dan kesesuaian pengukuran antara sensor suhu internal inkubator dan sensor referensi eksternal. Metode: Bland–Altman serta metrik kesalahan kuantitatif. Studi observasional cross-sectional dilakukan pada enam titik suhu (34°C, 35°C, 36°C, 37°C, 38°C, dan 39°C) dalam kondisi steady-state, menghasilkan 360 pasangan data dengan interval pencuplikan 2 menit. Akurasi dianalisis menggunakan Mean Absolute Error (MAE) dan Root Mean Square Error (RMSE), sedangkan kesepakatan dinilai melalui bias rata-rata dan Limits of Agreement (LoA) 95%. Hasil: menunjukkan sensor internal memiliki MAE 0,0646°C dan RMSE 0,0801°C, lebih rendah dibanding sensor referensi (MAE 0,0917°C; RMSE 0,1173°C). Bias rata-rata sebesar −0,012°C dengan LoA 95% antara −0,21°C hingga +0,19°C, dan 96% data berada dalam batas kesepakatan. Seluruh deviasi berada di bawah ambang ±0,5°C sesuai standar IEC 60601-2-19. Kesimpulan: sensor internal dinyatakan akurat, memiliki kesesuaian kuat, dan layak digunakan untuk pemantauan suhu neonatal intensif.