Ika Apriyanti
Poltekkes Aisyiyah Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis faktor risiko dengan kejadian stunting di desa Pejaten Kramatwatu Serang Banten Sri Mulyati; Ika Apriyanti; Nuria Fitri Adista
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Setiap tahun sekitar 10,5 juta kematian anak yang terkait dengan masalah kekurangan gizi. Dimana 98% dari kematian ini dilaporkan terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia memiliki prevalensi balita pendek tertinggi (37,2%) dibandingkan Myanmar (35%), Vietnam (23%), Malaysia (23%), Thailand (16%), dan Singapura (4). Tujuan Penelitian: untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Desa Pejaten Kramatwatu. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus 107 dan kelompok kontrol sejumlah 107 balita yang berusia 25-59 bulan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu microtoice dan kuesioner yang diisi oleh orang tua balita. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel Pendidikan (p = 0,000), pemberian ASI (p = 0,004), Berat lahir bayi (p = 0,001), Riwayat TB ibu (p = 0,000), pendapatan orang tua (p = 0,000) berhubungan dengan kejadian stunting (p 0,000, 0,004, 0,001, 0,000, 0,000, 0,001). Simpulan: Pendapatan orang tua menjadi faktor risiko paling berpengaruh atau paling dominan terhadap kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan.
Analisis faktor risiko dengan kejadian stunting di desa Pejaten Kramatwatu Serang Banten Sri Mulyati; Ika Apriyanti; Nuria Fitri Adista
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v6i1.211

Abstract

Latar belakang: Setiap tahun sekitar 10,5 juta kematian anak yang terkait dengan masalah kekurangan gizi. Dimana 98% dari kematian ini dilaporkan terjadi di negara-negara berkembang. Indonesia memiliki prevalensi balita pendek tertinggi (37,2%) dibandingkan Myanmar (35%), Vietnam (23%), Malaysia (23%), Thailand (16%), dan Singapura (4). Tujuan Penelitian: untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan di Desa Pejaten Kramatwatu. Metode penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain case control. Sampel dalam penelitian ini dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok kasus 107 dan kelompok kontrol sejumlah 107 balita yang berusia 25-59 bulan dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu microtoice dan kuesioner yang diisi oleh orang tua balita. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan variabel Pendidikan (p = 0,000), pemberian ASI (p = 0,004), Berat lahir bayi (p = 0,001), Riwayat TB ibu (p = 0,000), pendapatan orang tua (p = 0,000) berhubungan dengan kejadian stunting (p 0,000, 0,004, 0,001, 0,000, 0,000, 0,001). Simpulan: Pendapatan orang tua menjadi faktor risiko paling berpengaruh atau paling dominan terhadap kejadian stunting pada balita usia 25-59 bulan.
Peningkatan dan Determinan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil Anemia setelah Edukasi dan Konsumsi Kurma di Puskesmas Jumiati Jumiati; Ika Apriyanti; Titis Wahyuni
Faletehan Health Journal Vol 13 No 02 (2026): Faletehan Health Journal, Juli 2026
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia during pregnancy remains a significant health problem that may increase the risk of complications for both mothers and fetuses. Date fruit consumption, as a source of iron and nutrients that support hemoglobin (Hb) synthesis, is considered a potential non-pharmacological intervention to improve Hb levels. This study aimed to analyze the determinants of hemoglobin improvement among pregnant women with anemia following date fruit consumption education at Pamarayan Primary Health Center. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving 48 pregnant women with anemia. The intervention consisted of educational sessions using leaflets accompanied by the consumption of five dates per day for 30 days. The Shapiro-Wilk test indicated that Hb data were not normally distributed; therefore, changes in Hb levels were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test, while factors influencing Hb improvement were analyzed using chi square. Hb level increased significantly from 8.8 g/dL to 11.2 g/dL (p<0.001). Parity, educational level, occupation, nutritional status, adherence to iron tablet supplementation, and the frequency of antenatal care (ANC) visits were significantly associated with Hb improvement (p<0.05). Optimizing antenatal care services is essential to support the prevention and management of anemia during pregnancy.