Articles
Salam Redaksi Vol. 7
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (99.879 KB)
Jurnal kali ini berbicara tentang Seni, Agama, Gender dan Perubahan Sosial.
Diplomasi Indonesia di Laut China Selatan
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (608.513 KB)
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.107
Konflik di China Selatan dimulai ketika di tahun 1994 Tiongkok mengukir 9 garis putus-putus dalam peta laut China Selatan. Namun akar permasalahan yang sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun 1930 karena minimnya pengetahuan pemerintah Tiongkok dalam Geografi. Indonesia yang semula berada dalam garis depan melindungi negara-negara ASEAN, kemudian berbalik arah melindungi dirinya sendiri dari klaim Tiongkok atas Natuna. Sementara Jokowi lebih menginginkan adanya diplomasi yang realistis sambil mengharapkan masuknya investasi dari negara tirai bambu itu.
Salam Redaksi Vol. 8
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jurnal kali ini banyak berbicara tentang sastra dan seni rupa serta erotika.
Jepang
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.120
Ketika Rusia menyerang Ukraina, tanpa banyak diliput pers, ternyata Jepang pun sedang berkonflik dengan Rusia. Hal itu terjadi karena Jepang tiba-tiba berani mengutak-atik urusan Kepulauan Kuril, sebuah kepulauan yang direbut Rusia pada Perang Dunia II. Dari mana keberanian Jepang itu muncul? Apakah ada Amerika yang menyokong di belakangnya agar Jepang berkonflik dengan Rusia?
Salam Redaksi Vol. 9
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 01 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jurnal membahas tentang Cybercultures, karakteristik lukisan Hendra Gunawan, Trend Urban, Kota, Mural, Derrida, Surealisme dan Erotika.
Studi Karakteristik Lukisan Hendra Gunawan
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 01 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i01.127
Hendra Gunawan adalah salah seorang Maestro Lukis Indonesia yang mempunyai karakter unik dalam mendeformasi figur dari subjek yang dilukiskannya pada kanvas. Dengan semakin langkanya karya-karya Hendra di pasar seni rupa, telah menyebabkan nilai ekonominya meningkat sedemikian rupa, sehingga karya-karyanya banyak dipalsukan demi mendapat keuntungan komersial. Untuk itu dilakukan penerbitan buku Hendra Gunawan – Sang Maestro agar dapat memperlihatkan keberagaman karya-karyanya yang asli. Artikel ini bertujuan untuk membahas perjalanan kesenimanan Hendra dan pada bagian akhir akan mendeskripsikan secara detil karakteristik karya-karya Hendra yang sebagian diambil 139 karya dari buku tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis visual dengan perspektif mencari kesamaan dan tren dalam gaya lukisan Hendra pada kurun waktu 1950-an sampai dengan 1970-an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karya-karya Hendra di tahun 1970-an berbeda dari periode sebelumnya karena adanya perbedaan suasana yang disebabkan oleh pertemuannya dengan Nuraeni di dalam penjara.
Salam Redaksi Vol 9.2
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 02 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salam Redaksi membahas mengenai garis besar isi Jurnal Dekonstruksi Vol 9.2
Regulatory Capitalism
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 02 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i02.147
Krisis sub-prime tahun 2007 dapat dikatakan sebagai tumbangnya sistem kapitalisme neoliberal di mana negara tidak boleh campur tangan dalam ekonomi, menjadi Regulatory Capitalism yang meminta negara mengatur kembali tata kelola finansial. Hal itu disebabkan swasta tidak sanggup lagi menangani krisis. Di balik campur tangan negara, terdapat dampak buruk berupa korupsi dan kolusi. Namun masih terdapat sisi baik pada sistem ekonomi baru ini.
Hermeneutika Paul Ricoer
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.160
Rute utama untuk memahami dunia adalah dengan membaca seolah-olah dunia itu adalah teks, atau setidaknya, membaca teks adalah cara terbaik untuk memahami dunia. Ricoeur menawarkan konsep distanctiation, di mana ada jarak antara pencipta teks dengan kondisi kultural ketika ia menulis teks tersebut. Kemampuan teks bertahan menembus sejarah, membuat pembaca terpisah dari pengarangnya dalam ruang dan waktu. Pembaca mendapatkan dunia yang dibangun teks itu ternyata dapat menjelaskan situasi dirinya. Sehingga apa yang harus ditafsirkan dari teks adalah dunia yang ditawarkan (proposed world) yang dihuni para pembaca yang memproyeksikan dirinya sendiri.
Pirous
Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 04 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.4
Publisher : Gerakan Indonesia Kita
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i04.194
Lukisan A. D. Pirous mempunyai periodisasi. Periode awal, yaitu karya-karya lukisnya antara tahun 1960 sampai 1969, adalah periode kubistis. Karya-karya Pirous dengan kaligrafi, baru muncul di tahun 1970an ke atas. Periode lain yang cemerlang adalah karya-karya periode Perang Sabil, yang dibuatnya di sekitar tahun 1998-2000. Memasuki tahun 1970an karya Pirous sepenuhnya masuk ke dunia abstrak. Kaligrafi Islam merupakan pembeda abstrak Pirous dengan abstrak ekspresionisme Amerika pada umumnya. Abstrak ekspresionisme didasarkan pada pemikiran atas keunggulan manusia yang berkuasa dalam menafsirkan karya-karyanya sendiri. Sementara abstrak Pirous adalah abstrak yang menyandarkan diri pada Tuhan, dengan menyitir ayat-ayat yang ada dalam Al Quran, dan Hadits.