p-Index From 2021 - 2026
1.836
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dekonstruksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Kisah Pilu Realisme Sosialis Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.052 KB)

Abstract

Pada tahun 1934, Realisme Sosialis dinyatakan sebagai satu-satunya gaya seni yang diakui. Aliran seni lain seperti seni lukis abstrak yang diciptakan kelompok Russian Avant-garde, harus dilenyapkan. Karya-karya abstrak seperti itu dianggap elitis dan tidak menggambarkan kenyataan hidup. Sebaliknya, doktrin Realisme Sosialis digunakan sebagai alat propaganda Pemerintah Komunis yang baru berkuasa.
Pancasila Sebagai Ideologi dan Hubungannya dengan Pergerakan Islam Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.801 KB)

Abstract

Dalam perjalanan berbangsa dan bernegara, Indonesia sering diwarnai oleh pemberontakan dan demonstrasi yang dimotori oleh gerakan-gerakan Islam. Kita melihat dalam media massa dan media sosial ada orang-orang yang mengibarkan bendera yang bertuliskan Arab membawa ayat-ayat Al Quran disertai jargon-jargon perjuangan berbau agama. Jika ditilik lebih jauh, akarnya berada pada 7 dekade yang lalu ketika negara ini hendak didirikan. Ada perdebatan, pertentangan, dan berakhir dengan jalan tengah sehingga NKRI kemudian berideologi Pancasila yang didasarkan pada UUD 1945. Namun dalam perjalanannya terjadi kekecewaan yang antara lain disebabkan keadaan ekonomi kaum Muslimin menghadapi marginalisasi. Sehingga kemudian muncul pemikiran-pemikiran alternatif untuk menjadikan kembali Indonesia sebagai negara syariah.
Surealisme Dalam Seni Lukis Indonesia Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1745.329 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v4i01.66

Abstract

Surealisme yang berkembang pada tahun 1920an di Eropa, mulai mendapatkan gemanya 40 tahun kemudian di Indonesia. Sejak tahun 1963 mulai didapatkan karya-karya surealistik yang terus muncul sampai sekarang. Studi ini didasarkan pada penelitian sebagian koleksi lukisan Galeri Nasional Indonesia yang ada dalam katalog Handbook of Collections Galeri Nasional Indonesia. Terlihat bahwa konten dari lukisan surealisme terpengaruh oleh situasi politik dari dekade ke dekade.
Karya Instalasi dari Masa ke Masa Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1234.61 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.82

Abstract

Karya Instalasi yang dimulai ketika pada tahun 1917 Marcel Duchamp meletakkan Urinoir pada sebuah pameran di New York, terus menjadi trend sampai saat ini. Karya Duchamp yang diberi judul “Fountain” itu menjadi cikal bakal pengembangan instalasi yang menjadi besar pada tahun 60an. Adanya kesalahpahaman bahwa seni instalasi yang umurnya sudah seabad itu sebagai suatu penemuan baru dalam senirupa, membuat segelintir komunitas seni di Indonesia belum merasa kontemporer kalau tidak membuat atau mengoleksi karya instalasi. Muncul pertanyaan, mengapa karya instalasi tidak pernah menjadi hit dalam art market.
Lirisisme dalam Senirupa Indonesia Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 6 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4670.186 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v6i01.94

Abstract

Selama 2 tahun pandemi, tiada pameran off-line yang diselenggarakan di Jabodetabek, karena ketatnya PPKM membuat pameran senirupa dibatasi hanya secara daring saja. Dengan menurunnya korban Covid, Pemerintah saat ini mengendorkan larangan atas kerumunan, sehingga pada bulan Maret – April diadakan pameran bersama 10 seniman yang berkarya dalam seni lukis. Pameran yang diselenggarakan di Alam Sutera ini, sebagian besar peserta mengetengahkan gaya lirisisme, yang bernada abstrak.
Perempuan, Seni dan Pandemi Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 7 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 7
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1419.966 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v7i01.101

Abstract

Sampai hari ini belum ditemukan obat Covid yang mujarab, masyarakat – dan peran besar perempuan dalam hal ini, mengusahakan bermacam-macam obat alternatif demi kesembuhan keluarganya. Kiranya upaya yang dilakukan perempuan untuk menanggulangi Covid, selain menggantikan suami untuk mencari nafkah, merupakan subyek yang menarik untuk dituangkan sebagai karya seni. Hal ini tidak terlepas dari telah bergesernya sikap masyarakat yang dahulu sangat berpikiran partriarkis menjadi lebih liberal. Seni memiliki fungsi sosial ketika membahas aspek kehidupan kolektif yang bertentangan dengan sudut pandang atau pengalaman seseorang. Pada bagian akhir diuraikan karya-karya yang berkembang di dunia karena terbawa oleh suasana yang ditimbulkan oleh pandemi.
Sutherland dan Churchill Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 8 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi Volume 8
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v8i01.119

Abstract

Graham Sutherland adalah pelukis modernis terkemuka Inggris setelah perang dunia kedua. Di tahun 1954 ia pernah mendapat pekerjaan komisioning untuk melukis Perdana Menteri Winston Churchill. Karya-karya Graham termasuk dalam genre Neo-Romantik yang menjadi trend di Inggris setelah Perang Dunia II.
Some Thoughts on Urban Living Trends 2022 Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 01 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i01.129

Abstract

The pandemic has accelerated urban people to conduct transactions, commerce, business and online movement. However, before and outside the pandemic, there is a trend towards increasing religiosity, the hijab as a fashion trend, the coffee craze, the corporatization of warteg, the tendency to shop via smartphones, a fondness for antiques, and a sluggishness in contemporary art, which should be noted. There is the L-project, an art project that tries to break free from the frozen art commerce.
Digital Art Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 02 (2023): Jurnal Dekonstruksi Volume 9.2
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i02.143

Abstract

Kunci sukses dalam berkesenian di era milenial adalah bagaimana kita dapat beradaptasi dalam teknologi digital yang berbasiskan komputer dan internet. Dengan bantuan teknologi, kita dapat menghasilkan karya-karya kreatif yang melebihi kemampuan manual manusia. Tulisan ini memberikan gambaran tentang sejarah perkembangan karya-karya digital dan kiat sukses para senimannya dalam menancapkan tonggak pada milestone senirupa digital. Hal itu dapat menjadi bahan pelajaran bagi yang berkecimpung dalam senirupa di masa kini. Pada bagian akhir, penulis mencoba memberikan formula bagaimana sikap dalam mengantisipasi dunia digital yang sudah tiba di hadapan kita.
Dreams Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 9 No. 03 (2023): Jurnal Dekonstruksi Vol 9.3
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v9i03.174

Abstract

Dreams atau mimpi-mimpi, bagi Syakieb Sungkar mempunyai banyak arti. Arti pertama adalah itu hanya sekedar mimpi yang muncul dari alam bawah sadar, sehingga semesta yang diciptakan pada lukisan jadi terlihat kacau, tidak logis, berantakan, dan salah tempat. Hal itu terlihat pada karya yang berjudul “Making out in the Sky”. Sebuah lukisan yang kejadian sebenarnya ia dapatkan dari mimpi. Nasib yang sama terjadi pada karya “Bustle on the Side Road”, kita tidak akan mendapat penjelasan ‘makhluk-makhluk’ itu sedang sibuk apa. Namun yang dirasakan adalah, Syakieb sedang membawa pemirsa ke negeri antah-berantah, di mana semua tokoh dalam lukisannya terlihat tidak mempunyai motif yang jelas dalam melakukan tindakan.