This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dekonstruksi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“Menemukan” Kembali Bali Wicaksono Adi
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.61 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.74

Abstract

Setelah Puputan Bali, Pemerintah kolonial Belanda membuat kebijakan Beliseering, sebagai strategi mempertahankan kuasa politik melalui program pelestarian budaya. Beliseering adalah suatu proyek depolitisasi Bali dengan membendung segala pengaruh agama non-Hindu sekaligus mengalihkan benih-benih gagasan nasionalistik ke ranah pengawetan kebudayaan. Hal itu berpengaruh pada karya-karya generasi ketiga seniman Bali yang menempuh pendidikan di akademi, khususnya di ISI Yogyakarta. Sebagian dari para perupa kembali pada semesta figural makhluk-makhluk mitologis dan dunia perwayangan, dan sebagian lagi menggarap elemen-elemen visual ideoreligius dengan teknik seni modern. Artinya, seniman Bali, termasuk para para pelukisnya, cenderung lebih dekat pada cara pandang kuasi-representasional ketimbang murni representasional. Apakah nantinya mereka akan kembali ke haribaan eksotisme dunia mitologis atau lebih ke pusaran dunia material sebagai bagian dari manifestasi kebudayaan modern? Boleh jadi juga mereka akan terus berada dalam garis tegangan antara modernitas dan tradisionalitas berikut menifestasi aktual yang juga terus berubah.