Andi Miarta
Fellow Intensive Care FK Universitas Padjadjaran / RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tatalaksana Pasien Ketoasidosis Diabetikum yang Disertai Syok Sepsis Andi Miarta; Zulkifli; Ardi Zulfariansyah
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 37 No 3 (2019): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.743 KB)

Abstract

Salah satu kegawatdaruratan hiperglikemia paling serius dan mengancam jiwa ialah ketoasidosis diabetikum (KAD). Kondisi ini khususnya terjadi pada pasien diabetes melitus (DM) yang tidak terkontrol terapi insulin. Pencetus KAD paling banyak adalah infeksi yang dapat mencetuskan respons tubuh tidak teregulasi sehingga menyebabkan disfungsi organ yang mengancam jiwa atau sepsis. Bagian dari sepsis yang disertai dengan abnormalitas sirkulasi dan metabolisme seluler disebut syok sepsis. Kejadian syok sepsis dapat meningkatkan risiko mortalitas. Laporan kasus ini mengenai perempuan umur 42 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) dengan penurunan kesadaran, distres pernapasan dan syok. Pada pemeriksaan fisik ditemukan gangren pedis. Analisis gas darah menunjukkan asidosis metabolik berat (pH 6,994; HCO3 8 mmol/l). dan keton darah 5 nmol/L, Hasil pemeriksaan abnormal lainnya adalah glukosa darah sewaktu melebihi batas terdeteksi pada alat ukur dan kadar kalium 5,6 mmol/l. Pasien didiagnosis dengan syok sepsis karena gangren pedis sinistra dan diabetes melitus (DM) tipe II dengan komplikasi KAD. American Diabetic Association merekomendasikan terapi KAD meliputi koreksi dehidrasi, terapi insulin untuk kontrol glukosa darah dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit serta identifikasi dan mengobati faktor pencetus termasuk kontrol sumber infeksi. Surviving Sepsis Campaign merekomendasikan untuk melakukan hour-1 bundle resuscitation untuk meningkatkan kesintasan pasien sepsis. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien KAD dapat memberikan keluaran yang baik pada pasien.