Yulianti Bisri
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran – RSUP Dr. Hasan Sadikin, Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kejadian Tromboembolisme Vaskular Terhadap Mortalitas COVID-19: Sebuah Studi Literatur Raihanah Anwar; Fitri Agustina Huspa; Yulianti Bisri
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 39 No 1 (2021): Februari
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.305 KB) | DOI: 10.55497/majanestcricar.v39i1.220

Abstract

Latar Belakang: COVID-19, infeksi virus akibat SARS-CoV-2, menampilkan berbagai gambaran klinis dari gejala asimtomatik hingga kematian. Respons inflamasi pada COVID-19 menyebabkan fase hiperkoagulasi dan mengakibatkan lebih dari 25% kejadian tromboembolisme pada pasien rawat inap COVID-19. Pada tromboembolisme, terjadi elevasi level D-dimer, hal ini berasosiasi dengan perburukan prognosis dan mortalitas pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penelitian yang menganalisis hubungan kejadian tromboembolisme pada COVID-19 dan mortalitas. Diharapkan, penelitian ini dapat menjadi dasar bagi para klinisi untuk mengevaluasi penatalaksanaan COVID-19. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan kata kunci “Thromboembolism” atau “Venous Thromboembolism”, “COVID-19”, “SARS-CoV-2” atau “Coronavirus Disease 2019”, dan “Mortality” melalui database PubMed dan disaring berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil: Dari 4 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi, dua artikel menyatakan adanya hubungan kejadian tromboembolisme dengan kematian pada pasien COVID-19 dan dua artikel menyatakan tidak ada hubungan. Untuk mengklarifikasi dua pernyataan yang kontradiktif tersebut, peneliti mencari lebih dalam penelitian yang mendukung. Simpulan: Keempat artikel yang dianalisis melaporkan tingginya kejadian tromboembolisme pada pasien COVID-19. Dua di antaranya menyatakan asosiasi antara tromboembolisme dan kematian pada COVID-19 dan sisanya menyatakan tidak ada asosisasi. Namun, pertanyaan penelitian untuk mengetahui hubungan kejadian tromboembolisme pada COVID-19 dengan kematian masih belum dapat diketahui.