Ardana
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUD Dr. Moewardi, Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbedaan Efektivitas Iodine Povidone 1% dan Listerine® sebagai Preparat Perawatan Mulut terhadap Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia Indra Chuandy; Ardana; Bambang Novianto Putro
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 39 No 3 (2021): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.644 KB) | DOI: 10.55497/majanestcricar.v39i3.229

Abstract

Pendahuluan: Ventilator associated pneumonia (VAP) merupakan pneumonia yang muncul dalam waktu 48 – 72 jam setelah intubasi. Insidennya mencapai 9 – 27% dengan tingkat mortalitas lebih dari 50%. Perawatan mulut merupakan salah satu cara mencegah VAP pada pasien yang menggunakan ventilasi mekanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi VAP dan efektivitas preparat antiseptik pada perawatan mulut pasien terintubasi terhadap pencegahan VAP. Metode: Penelitian uji klinis acak tersamar tunggal dilakukan terhadap 36 pasien dengan ventilasi mekanik. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok iodine povidone 1% dan Listerine®. Awalnya dilakukan penilaian kebersihan mulut dengan Simplified Oral Hygiene Index. Setelahnya, dilakukan perawatan mulut menggunakan salah satu preparat. Setelah 48 jam, dilakukan penilaian ulang kebersihan mulut dan skor CPIS. Timbul VAP bila skor CPIS ≥ 6. Hasil: Kelompok iodine povidone 1% memiliki perubahan skor kebersihan mulut dengan selisih yang lebih kecil (0,195) dibandingkan Listerine® (0,3605). Hal ini menunjukkan bahwa Listerine® lebih efektif dalam menjaga kebersihan mulut (p = 0,024). Listerine® secara signifikan lebih efektif dalam mencegah VAP bila dibandingkan dengan iodine povidone 1% (p = 0,001). Tidak ada perbedaan signifikan pada subjek yang meninggal akibat VAP positif maupun negatif (p = 0,280). Kesimpulan: Listerine® memiliki efektivitas lebih tinggi dalam mencegah VAP dibandingkan dengan iodine povidone 1%.
Korelasi Kadar ScVO2 dengan Skor Sequential Organ Failure Assesment (SOFA) pada Pasien Sepsis di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Dr. Moewardi Surakarta Swanita Woyka; Purwoko; Ardana
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 39 No 3 (2021): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.425 KB) | DOI: 10.55497/majanestcricar.v39i3.230

Abstract

Pendahuluan: Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam jiwa yang disebabkan disregulasi respons host terhadap infeksi. ScVO2 telah dipertimbangkan sebagai faktor prognosis yang sesuai di berbagai situasi klinik pada pasien dengan sakit kritis. Skor SOFA adalah penilaian disfungsi organ yang terjadi pada sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis korelasi kadar ScVO2 dengan skor sequential organ failure assessment (SOFA) pada pasien sepsis. Metode: Dilakukan penelitian potong lintang terhadap 32 sampel darah dan data klinis pasien sepsis yang dirawat di ICU RSUD Dr. Moewardi di Surakarta pada bulan April-September 2018, kemudian dianalisis menggunakan program komputer dengan analisis univariat dan analisis bivariat melalui uji pearson. Hasil: Korelasi kadar SCVO2 dengan skor SOFA mendapatkan nilai r=-0,389 dan nilai p =0,028 yang menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara kadar SCVO2 dengan SOFA Skor. Kesimpulan: Terdapat korelasi antara kadar SCVO2 dengan skor Sequential Organ Failure Assesment score (SOFA score) pada pasien sepsis.