Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RIVIEW : APLIKASI PENGUNAAN SENSOR BERBASIS ION DALAM MENINGKATKAN AKURASI PEMBERIAN NUTRISI PADA SISTEM TANAM HIDROPONIK Jonni Firdaus; Furqon Furqon
Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research Vol 2 No 2 (2021): Journal of Agricultural and Biosystem Engineering Research: Regular Issue
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.475 KB) | DOI: 10.20884/1.jaber.2021.2.2.5006

Abstract

Pemenuhan kebutuhan pangan di dalam perkotaan dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan dan air yang lebih efisien dengan sistem tanam hidroponik. Penggunaan aliran nutrisi tertutup merupakan suatu cara untuk mengurangi biaya dan meminimalkan dampak lingkungan dari sistem hidroponik. Dalam sistem tertutup, sangat penting untuk menentukan konsentrasi nutrisi dalam larutan sisa untuk mengisi kembali larutan nutrisi dengan komposisi hara optimal. Saat ini pengukuran ketersediaan hara di dalam larutan nutrisi berdasarkan konduktifitas listrik (EC) yang memiliki kelemahan karena EC meter hanya dapat menggambarkan konduktifitas listrik dari total ion dan tidak mengukur konsentrasi masing-masing ion secara individu sehingga tidak dapat memantau kebutuhan tanaman secara real-time terhadap masing-masing ion di dalam larutan nutrisi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka saat ini telah mulai dikembangkan teknologi ion selective electrodes (ISE) yaitu suatu sensor berupa elektroda yang dapat mengukur konsentrasi masing-masing ion di dalam larutan nutrisi hidroponik. Penerapan sensor ISE memberikan nilai akurasi yang tinggi terhadap pengukuran konsentrasi ion di dalam larutan nutrisi, sehingga bila dipadukan dengan mekanisme sistem kontrol yang dapat mengontrol penambahan jumlah ion kedalam larutan nutrisi pada sistem hodroponik secara tertutup sesuai kebutuhan tanaman, maka kesetimbangan jumlah ion pada larutan nutrisi akan tetap terjaga pada level kebutuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produktivitas optimum. Efisiensi penggunaan unsur hara juga meningkat dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena sisa drainase nutrisi dapat digunakan kembali.