JONNI JONNI
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASPEK-ASPEK KAJIAN PENDIDIKAN ISLAMI DALAM SENI PERTUNJUKAN SALAWAT DULANG FIRDAUS FIRDAUS; JONNI JONNI; DEBBY TRISMA
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 22, No 1 (2020): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPMPP Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.904 KB) | DOI: 10.26887/ekspresi.v22i1.1052

Abstract

AbstractSalawat dulang was identic with da’wah of Islam. It has development and changes experience dramatically in performing form or it function, and deeper delivery messages. Performing form identify that player of Salawat Dulang can adapt newest gendre of music to the salawat dulang, inded they not only can adapt that but also they can put intheaterical instrument in Salawat Dulang. Salawat dulang his also crusial function for sending message of education, culture, politic, economic, social, ect by media of communication base on market needs. Salawat Dulang is the most perferable music in whole Minangkabau and the most choosen one in community of Minangkabau. Based on statement on the top, research one to observation education of Islam and element of Salawat Dulang as performance art.
Bentuk Pertunjukan Talempong Sikatuntuang Dalam Upacara Perkawinan di Padang Alai Bodi Line Amelia Putri; Syafniati Syafniati; Jonni Jonni
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3757

Abstract

This thesis discusses the form of the Talempong Sikatuntuang performance in a wedding ceremony in Padang Alai Bodi, East Payakumbuh District, Payakumbuh City. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach. Collecting data in this study using interview techniques, documentation, literature study, observation, and data analysis. Talempong Sikatuntuang art is an art handed down from ancestors which is still preserved by the people of Padang Alai Bodi. Initially this art was played by the local community during the rice harvest and also at traditional ceremonies such as batagak panghulu, child daro and marapulai processions, and so on. But over time, the game Talempong Sikatuntuang in the rice harvest event was no longer found. This art is art that is played in an ensemble consisting of talempong, oguang, Tabuk, and brushuntuang. The Talempong Sikatuntuang performance in the wedding ceremony only shows talempong, oguang, and Tabuk without brushuntuang. This is because in principle the brush untuang is an instrument that is played while standing in place.
Fungsi Kesenian Salawat Dulang di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam Vicky Fernando; Ediwar Ediwar; Jonni Jonni
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v3i1.3790

Abstract

Kesenian Salawat Dulang merupakan salah satu dari sekian kesenian tradisi bernuansa islam yang ada di Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Pada penelitian terdapat tujuan untuk mengungkap fungsi dalam kehidupan masyarakat Nagari Duo Koto. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan teknik mengumpulkan data, wawancara, studi pustaka, serta dokumentasi sebagai bukti dalam melakukan penelitian. Kesenian Salawat Dulang di Nagari Duo Koto dimainkan oleh 3 orang pemain, masing-masing pemain memukul alat musik yang disebut dengan dulang, dulang atau talam terbuat dari logam kuning yang berdiameter 65 cm. Dalam pertunjukannya kesenian ini berbeda dengan pertunjukan Salawat Dulang pada umumya, karena dalam penyajiannya berjumlah 3 orang pemain dan juga kesenian ini tidak diperlombakan atau tidak berbalas pantun.