Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI LATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA Nungki Marlian Yuliadarwati; Nur Hikmah; Siti Ainun Ma'rufa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 2 No. 1 (2020): Physiotherapy Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2020
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.208 KB) | DOI: 10.22219/physiohs.v1i2.13888

Abstract

Kesehatan pada lanjut usia didasari oleh aspek fisik, sosial, ekonomi dan psikologis yang menyebabkan mudah tersinggung, kemunduran fisik terutama kesehatan seperti musculoskeletal, kardiovaskular, perasaan tidak berguna yang mentebabkan terjadinya kecemasan yang dapat diselesaiakan dengan metode relaksasi otot progresif. Untuk mengetahui pengaruh metode relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada lanjut usia. Penelitian pre-eksperimen dengan model pendekatan pre-test post-test one group design dengan alat pengukuran tingkat stres Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil analisis uji Paired t-test diperoleh hasil signifikansi 0,000 (p< 0,05) maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Terdapat pengaruh latihan relaksasi progresif terhadap penurunan tingkat kecemasan pada lanjut usia.
the Physical Therapy Intervention in congenital muscular torticollis dextra: A case study In PKU Muhammadiyah Yogyakarta Hospital : Penatalaksanaan Fisioterapi Congenital Muscular Torticolis Dextra:studi kasus di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Athifah haya Aqilah; Khikmah Nur Hidayah; Siti Ainun Ma'rufa
Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Physiotherapy & Health Science (PhysioHS) - Edisi Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/physiohs.v5i1.25885

Abstract

Congenital Muscular Torticollis (CMT) banyak menyebabkan kondisi deformitas bagi penderitanya dan terlihat jelas dampaknya sebab dapat mengubah estetika seseorang yang akan mempengaruhi keseluruhan dari kehidupannya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan rancangan studi kasus dan dilakukan observasi langsung di poli tumbuh kembang RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta serta interview langsung dengan orang tua anak. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah skala nyeri dengan wongbaker face pain scale, stiffness,hipertrofi dan keterbatasan lingkup gerak sendi (LGS) leher menggunakan arthrodial protactor dan muscle function test (MFS) serta assesment untuk kondisi plagiochepaly dengan  severity assesment for plagiochepaly. Pemberian terapi dilaksanakan sebanyak 6 kali dalam satu bulan, setiap 1 kali treatment berdurasi 60 menit dengan intervensi fisioterapi terapi latihan aktif dan aktif assisted dengan positioning dan eye tracking, manual terapi, mobilisasi dan passive stretching. Evaluasi akhir menunjukkan adanya penambahan LGS sekitar 1 hingga 2 derajat dari sekitar 600 menjadi 620 pada gerak lateral fleksi neck, menurun nya hipertrofi pada m.sternocleidomastoideus dextra, berkurangnya stiffness, dan penurunan tingkat nyeri dari skala 8 menjadi skala 7. Pemberian intervensi fisioterapi dengan terapi latihan aktif dan aktif assisted dengan positioning dan eye tracking, manual terapi, mobilisasi dan passive stretching memberikan hasil nyata terhadap peningkatan lingkup gerak sendi leher, berkurangnya stiffness m.scaleni, m.upper trapezius, m.rhomboid dan menurun nya hipertrofi pada m.sternocleidomastoideus dextra.
Recognition of Ergonomic Risks for Low Back Pain using the Nordic Body Map Method in Barbershop Workers: Rekognisi Risiko Ergonomi terhadap Low Back Pain dengan Metode Nordic Body Map pada Tenaga Pekerja Barbershop Atika Zulhidah Hasan; Siti Ainun Ma'rufa
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 2 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sore muscles and joints, especially the lower back, may be caused by unergonomic working postures. This includes standing for long periods of time. As a result of these complaints, the functional capacity of the lower back will decrease, resulting in a decrease in the productivity of workers, including workers in barbershops. The aim of this activity is to identify the ergonomics of barbershops and the incidence of low back pain. The Nordic Body Map questionnaire is used as an identification tool. The activity partners are 15 barbershop employees in the Rungkut area of ​​Surabaya. Data was obtained that these workers worked with an awkward posture for 4 hours. The findings were that the buttocks had the highest proportion of respondents rated "Not Painful" (40%), and the right hand was rated "Somewhat Painful" (66.7%). Respondents stated that the most severe pain was experienced in the right wrist (47%), and lower back (53%). From these findings it is known that barbershop workers do not have knowledge about the ergonomics of working positions, and have the potential to experience lower back pain. These findings can be used as a basis for follow-up community service activities to socialize aspects of ergonomics and physiotherapy.