This Author published in this journals
All Journal INSANI
Gun Sukirman A
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : INSANI

Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Sebagai Sarana Membangun Kerukunan di Masyarakat Gun Sukirman A
INSANI Vol 3 No 1 (2016): INSANI
Publisher : STISIP Widuri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.482 KB)

Abstract

Kompetensi komunikasi antarbudaya adalah sangat penting, apalagi di Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku, ras dan agama. Tidak jarang sering terjadi konflik antar suku, ras, dan agama. Penelitian ini mengangkat rumusan masalah mengenai bagaimana kompetensi Komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius di Kampung Sawah, Kelurahan Jati Melati, Kota Bekasi dalam membangun relasi antara jemaat gereja dengan masyarakat lokal, kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, Bekasi dan bagaimana pola komunikasi antar budaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah Sawah Kota Bekasi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, untuk mengetahui kompetensi komunikasi antarbudaya apa saja yang dilakukan oleh Gereja Katolik Santo Servatius, untuk mengetahui pola komunikasi antarbudaya yang dilakukan Gereja Santo Servatius Kampung Sawah. Teori yang terkait dengan penelitian ini adalah teori komunikasi antarbudaya dan teori interaksi simbolik. Subyek penelitian ini adalah Jemaat Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah Bekasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Metode Studi Kasus. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapat adalah kompetensi komunikasi antarbudaya Dewan Paroki Gereja Santo Servatius Kampung Sawah dalam membangun relasi antara jemaat dengan masyarakat lokal Kampung Sawah melalui perilaku komunikasi verbal dan non verbal melalui interaksi simbolik yang diwujudkan dalam pendekatan budaya dan mengembangkan kearifan budaya lokal masyarakat Kampung Sawah yaitu dengan inkulturasi budaya Betawi Kampung Sawah, dan berperan aktif membangun komunikasi kelompok lintas agama, sehingga akhirnya antara jemaat Gereja dengan masyarakat lokal bisa hidup rukun dan damai. Komunikasi antarbudaya melalui pendekatan budaya lokal sangat efektif dalam menciptakan kerukunan hidup lintas agama.