Penelitian ini bertolak dari adanya keprihatinan masyarakat umumnya terhadap HIV/AIDS yang telah berkembang menjadi fenomena sosial yang mencemaskan banyak keluarga khususnya di Kota Ambon. Peningkatan jumlah sebarannya sangat menggelisahkan karena angka prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan sebab HIV/AIDS merupakan fenomena gunung es, artinya satu kasus yang terlaporkan dapat mewakili sekian banyak orang dengan kasus sama. Upaya pencegahan melalui promosi kesehatan telah banyak dilakukan di Kota Ambon oleh berbagai pihak melalui kegiatan ceramah dan pembagian leaflet atau brosur di Lokalisasi Wanita Pekerja Seksual Langsung (WPSL) Tanjung Batu Merah Kota Ambon, dengan tujuan mereka memiliki pengetahuan dan perubahan sikap untuk melakukan pencegahan demi menurunkan risiko penularan HIV/AIDS. Prinsipnya, setiap orang berhak memperoleh pengetahuan agar dapat melindungi diri sendiri maupun orang lain. Namun, dalam realitasnya prevalensi HIV/AIDS di Maluku umumnya dan khusus Kota Ambon tetap tinggi.Sebenarnya resiko penularan dapat dikurangi apabila WPSL sebagai komunitas beresiko tinggidapat melakukan pencegahan penularan itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode uji statistik.Teknik pengumpulan datapenelitian ini menggunakan kuesioner tertutup, dengan skala pengukuran pengetahuan dan skala pengukuran sikap. Data dianalisis dengan komputer program SPSS versi 20 dengan taraf signifikansi P= 0,05 untuk menguji hipotesa demi pencapaian tujuan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan nilai korelasi sebesar 39,6% pengetahuan terhadap perubahan sikap Wanita Pekerja Seks Langsung (WPSL). Sedangkan pelaksanaan ceramah dengan dukungan leaflet memberikan pengaruh yang signifikan sebesar 60,4% terhadap pengetahuan dan sikap dari WPSL untuk pencegahan penularan HIV/AIDS.