Qodim Ma'shum
IAIN Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hukum Menikahi Wanita Hamil Akibat Zina Menurut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad Bin Hanbal Qodim Ma'shum
BUANA GENDER : Jurnal Studi Gender dan Anak Vol. 4 No. 1 (2019)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.478 KB) | DOI: 10.22515/bg.v4i1.1918

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui hukum menikahi wanita hamil akibat zina menurut Imam Abu Hanifan dan Imam Ahmad ibnu Hanbal, nikah adalah sunatuAllah dalam suatu penciptaan kehidupan, dan sunat untuk semua mahluk hidup. Allah menganjurkan nikah sebagai suatu pertalian yang suci antara laki-laki dan perempuan sebagai suami istri, yang mana hal ini untuk mencapai suatu kesejahteraan dan keharmonisan yang sesuai dengan kodrat manusia dalam kehidupan rumah tangga. Perkawinan adalah suatu aturan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, dan mengandung resiko bagi pribadi maupun masyarakat. Jika bisa mengikuti tujuan perkawinan dan syarat-syaratnya, maka hidupnya bahagia dan sejahtera, kelestarian kehidupan masyarakat tidak mungkin terwujud tanpa adanya perkawinan yang benar, sehingga Allah memberikan mawaddah warahmah terdapat hamba-hambaNya di alam semesta ini. Adapun tujuan penulis dari pembahasan ini ingin mengetahui pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Ahamad bin Hanbal tentang menikahi wanita hamil akibat zina serta perbedaan dan persamaan pendapat kedua Imam tersebut