Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Histopatologi Usus Tengah Larva A. Aegypti L. Setelah Terpapar Ekstrak Biji Mengkudu (Morinda Citrifolia) Histopatological Changes in the Midgut of A. aegypti L. Larvae after Exposure Morinda citrifolia Seed Extract Adhi Kumoro Setya; Vector Stephen Dewangga - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Indonesian Journal on Medical Science Vol 4 No 2 (2017): IJMS 2017
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.809 KB)

Abstract

Abstract: In the present time a lot of mosquitoes begin to be resistant to the use of chemicals (insecticides). Bioinsektisida position as alternatives in disease vector control is very important, but information on the effects on the target insect is still incomplete. This study aims to show the lethal concentration (LC50) and the tissue changes that occur in the third instar larval midgut of A. aegypti L. (Diptera: Culicidae) after exposure to grain ethanol extract of mengkudu (Morinda citrifolia). Larvacide ability of the compounds was performed using probit analysis and pathological effects tested histologically. This study was using 7 (seven) variations of concentration with test repetition of 3 (three) times. The number of larvae in each treatment were 20 in total. From the results of probit analysis it showed that lethal concentration (LC50) took place at the concentration of 0,07%.Against the dissected larval midgut is divided into anterior and posterior parts, made preparations histology staining was analyzed using a light microscope. Insects were exposed to extracts is visiible in terms of the damage to the cytoplasm vacuoles in the columnar cells and regeneration of midgut. Apical surface of columnar cells showed protrusion of cytoplasm towards the lumen. It does not occur in the untreated control larvae. We reported that mengkudu (Morinda citrifolia)seed extract has larvicidal power by causing changes in the A. aegypti larval midgut, thus supporting the use of the seeds for vector control ofA. aegypti.Key words: Aedes aegypti, Mengkudu (Morinda citrifolia), Extracts, larvicide, Histopathology Abstrak: Dalam masa sekarang ini banyak nyamuk mulai resisten terhadap penggunaan bahan kimia (insektisida). Posisi bioinsektisida sebagai alternatif dalam pengendalian vektor penyakit sangat penting sekali, tetapi informasi mengenai efek pada serangga sasaran masih belum lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukan lethal concentration (LC50) dan perubahan jaringan yang terjadi pada usus tengah larva instar ketiga Aedes aegypti L. (Diptera: Culicidae) setelah terpapar ekstrak etanol biji mengkudu (Morinda citrifolia). Kemampuan larvasida dari senyawanya dilakukan menggunakan analisis probit dan efek patologisnya diuji secara histositologi. Penelitian ini menggunakan 7 (tujuh) variasi konsentrasi dengan penggulangan uji sebanyak 3 (tiga) kali. Jumlah larva tiap perlakuan sebanyak 20 ekor. Dari hasil analisis probit menunjukan lethal concentration (LC50) terjadi pada konsentrasi 0,07%. Terhadap usus tengah larva dibedah dibagi menjadi bagian anterior dan posterior, dibuat preparat pengecatan histologi kemudian dianalisa menggunakan mikroskop cahaya. Serangga yang terpapar ekstrak terlihat jelas kerusakan pada vakuola sitoplasma dalam sel-sel kolumnar dan regenerasi usus tengah. Permukaan apikal sel kolumnar menunjukan penonjolan sitoplasma ke arah lumen. Hal tersebut tidak terjadi pada larva kontrol tanpa perlakuan. Kami melaporkan bahwa ekstrak biji mengkudu mempunyai daya larvasida dengan menyebabkan perubahan pada usus tengah larva A. aegypti, sehingga mendukung penggunaan biji tanaman ini untuk mengendalikan vektor A. aegypti.Kata kunci: Aedes aegypti, Morinda citrifolia, Ekstrak, Larvasida,Histopatologi
Pemeriksaan Infeksi Kecacingan Pada Balita Dengan Anemia Di Posyandu Desa Nangsri Manisrenggo Klaten Wahyu Ristanti; Adhi Kumoro Setya
Jurnal Teknologi Kesehatan (Journal of Health Technology) Vol. 18 No. 2 (2022): September
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jtk.v18i2.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara infeksi kecacingan dan anemia pada balita. Kecacingan, disebabkan oleh cacing yang ditularkan melalui tanah terkontaminasi feses, berakibat pada anemia dan penghambatan perkembangan kognitif pada anak balita. Metode penelitian ini adalah diskriptif dengan sampel 226 balita, menggunakan POCT untuk pemeriksaan hemoglobin dan metode direck untuk infeksi kecacingan. Hasilnya menunjukkan 16% balita mengalami anemia dan kecacingan, dengan cacing tambang (62%) dan Ascaris lumbricoides (38%) sebagai penyebab utama. Uji Chi-Square menunjukkan balita dengan kecacingan berisiko 1,9 kali lebih tinggi mengalami anemia. Kesimpulan studi ini adalah adanya hubungan signifikan antara infeksi kecacingan dan anemia di Posyandu Desa Nangsri Manisrenggo Klaten.