Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi, Mobilisasi Dan Keterlibatan Kelompok Sasaran Dalam Program Pelayanan Ims Di Puskesmas Kabupaten Sukoharjo Surati Ningsih - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 2 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.311 KB)

Abstract

Abstract :  Cases of HIV and AIDS in Sukoharjo district based on the risk group in 2014 which was found 2 cases in WPS group, transvestites 6 cases, LSL 27 cases, 12 cases of customer and partner 9 cases. Sukoharjo Regency Health Office has established two health centers as sexually transmitted infections (STI) clinics, this study aims to analyze the organisation of STI program in Sukoharjo public Health Center. This research is qualitative using in-depth interviews. Key informants were eight officers executing the program is doktor, nurse/midwife, laboratorium officer and administrative officer. Informant triangulation is the head of public health center, head of P2 department on DKK and key population. The data analysis techniques are by analyzing the content, including in-depth interviews with informants, it was processed and then the data were analyzed.The results showed that the socialization of STI service program through cooperation with NGOs, the mobilization of STI services in puskesmas and mobile clinic STI has not been running optimally and transgender groups tend to be more actively involved in the implementation of STI program.The proposed recommendation is to the Sukoharjo District Health Office coordinate with local religious leaders and communicate continuously with health professional organizations, social organizations, alert villages, peer educators and AIDS Awareness Residents to motivate key populations to come to STI service health centers. The frequency of cross-program and cross-sector socialization is further enhanced, as well as increasing commitment and performance in implementing STI services.Keywords : Socialization, Mobilization, Target Group Involvement, IMS Service Program  Abstrak : Kasus HIV dan AIDS di kabupaten Sukoharjo berdasarkan kelompok resiko didapatkan pada kelompok WPS sebanyak 2 kasus, waria 6 kasus, LSL 27 kasus, pelanggan 12 kasus dan pasangan risti 9 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sosialisasi, mobilisasi dan keterlibatan kelompok sasaran dalam program pelayanan IMS Puskesmas Kabupaten Sukoharjo.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunaka nwawancaramendalam. Informan utama dalam penelitian ini adalah delapan petugas pelaksana program yaitu dokter, perawat / bidan, petugas laboratorium dan perugas administrasi. Informan triangulasi kepala puskesmas, Kasi P2 DKK dan Populasi Kunci. Teknik analisis data dengan analisis konten, meliputi wawancara mendalam dengan informan diolah kemudian dilakukan analisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi program pelayanan IMS melalui kerjasama dengan LSM, mobilisasi berupa pelayanan IMS di puskesmas maupun mobile clinic IMS belum berjalan optimal dan kelompok waria cenderung lebih aktif terlibat dalam pelaksanaan program IMS.Saran direkomendasikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo berkoordinasi dengan tokoh agama setempat dan melakukan komunikasi secara terus menerus dengan organisasi profesi kesehatan, organisasi sosial, desa siaga, peer educator dan Warga Peduli AIDS (WPA) untuk memotivasi populasi kunci datang ke Puskesmas pelayanan IMS. Frekuensi sosialisasi lintas program dan lintas sektor lebih ditingkatkan, serta meningkatkan komitmen dan kinerja dalam melaksanakan pelayanan IMS Kata kunci: Sosialisasi, Mobilisasi, Keterlibatan Kelompok Sasaran, Program Pelayanan IMS
Konseling Parenting Sebagai Upaya Menurunkan Kejadian Gangguan Psikologis Post Partum Surati Ningsih - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.862 KB)

Abstract

Abstract : Primipara have tendency experience of the post partum psychology problems, because limitted knowledge abaut  parenting. 50% of post partum have tendency to be post [artum blues and still be uncared by midwife. This study aimed to know the difference of Postpartum psychological disorders in intervention and control group.This was a randomized controlled trial with posttest-only control group design conducted at BPM Sri Rahayu Singkil Boyolali. A sample of postpartum mothers with gestational age ≥ 37 weeks was selected for this study by simple random sampling. The data on postpartum psychologi-cal disorder was measured by Edinburgh Postnatal Depression Scale and tested by in-dependent t-test. Result : Postpartum psychological disorders was lower in intervention group than control group and it was statistically significant (p = 0,01). Conclusion: Counseling of parenting is effective to reduce post partum psychological disorderKeywords :counseling, parenting, post partum psychological disorder Abstrak : Primipara mempuyai kesenderungan mengalami gangguan psikologis post partumdikarenakan kurangnya pengetahuan ibu dalam menghadapi peran barunya sebagai orang tua. 50% ibu post partum mempunyai kecenderungan mengalami post partum blues dan hal ini masih terabaikan oleh tenaga kesehatan khususnya bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian ganguan psikologis post partum pada kelompok perlakuan (dengan konseling parenting) dan kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan post tes-only control group design. Subyek penelitian adalah primigravida dengan umur kehmilan ≥ 37 minggu di BPM Sri Rahayu Singkil Boyolali dengan menggunakan simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar EPDS (Edinburgh Postnatal Depression Scale) dan analisis data menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian ganguan psikologis post partum pada kelompok perlakuan lebih rendah daripada kelompok kontrol. Analisis menggunakan independent sampe t-test didapatkan nilai p = 0,01. Kesimpulan : konseling parenting efektif menurunkan kejadian ganguan psikologis post partum. Kata kunci : Konseling, Parenting, Gangguan Psikologis Post Partum