Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Permainan Dakon Sebagai Terapi Pikun (Demensia) Pada Lanjut Usia Tutik Yuliyanti - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 5 No 2 (2018): IJMS 2018
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.056 KB)

Abstract

Abstract: Efforts to prevent and treat senile dementia need to be done through increased cognitive activity by reminding the past events of traditional games. Dakon games can remember long-term and short-term memory that can hone the cognitive abilities of the elderly. The purpose of this study to analyze the influence of dakon game against dementia / senility disorder in elderly in Sukoharjo regency. Subject and Method: The design of quasi experimental research using nonequivalent control group design. Sampling technique Puposive Sampling with elderly number of 15 people for experiment group and 15 people for control group. The sample is done pretest and post test with MMSE and SPMSQ examination. The data analysis technique used is paired samples t-test.Results: There is an effect of dakon game on senile dementia (CI: 95%, p = 0,000) with t-count of -27493 and significance value of 0.010 (p <0.005).Conclusion: Dakon game affect the dementia / dementia disorder in elderly.Keywords: game dakon, dementia, elderly  Abstrak: Upaya pencegahan dan terapi demensia senilis perlu dilakukan melalui peningkatan aktivitas kognitif dengan mengingatkan kejadian masa lalu yaitu permainan tradisional. Permainan dakon dapat mengingat memori jangka panjang maupun jangka pendek yang dapat mengasah kemampuan kognitif lansia. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh permainan dakon terhadap gangguan demensia/pikun pada lansia di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Desain penelitian eksperimen semu (quasi experiment) menggunakan  rancangan penelitian nonequivalent control group design. Teknik sampling Puposive Sampling dengan sampel sejumlah 15 lansia untuk kelompok eksperimen dan 15 lansia untuk kelompok kontrol. Sampel dilakukan pretest dan post test dengan pemeriksaan MMSE dan SPMSQ Teknik analisis data yang digunakan adalah paired samples t –test. Hasil : Ada pengaruh permainan dakon terhadap gangguan pikun/demensia (CI : 95%, p = 0,000) dengan harga t hitung sebesar -27493 dan nilai signifikasi sebesar 0,010 (p < 0,005). Simpulan : Permainan dakon berpengaruh terhadap gangguan pikun/demensia pada lansia.Kata Kunci : permainan dakon, pikun, lansia.
Pijat Kaki Dan Pisang Ambon Atasi Masalah Perilaku Mencari Pertolongan Kesehatan Pada Keluarga Hipertensi Noviyanti Savitri; Tutik Yuliyanti - Poltekkes Bhakti Mulia
Indonesian Journal on Medical Science Vol 7 No 2 (2020): IJMS 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Bhakti Mulial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.603 KB)

Abstract

Abstract: Lack of community knowledge about the treatment of hypertension results in families making behavioral efforts seeking health help. One effort to utilize health services to improve the level of health with non-pharmacological treatment is foot massage therapy and consumption of ambon bananas. This study aims to describe the management of foot massage and administration of ambon bananas with behavioral problems seeking health help in families with hypertension. This type of descriptive research using a nursing process approach, the method of collecting research subjects with Purposive Sampling was conducted on 5 subjects. The assessment obtained historical data of having hypertension since 3 years, rarely checking blood pressure unless you feel dizziness that is unbearable, have not been able to increase the degree of health higher, lack of understanding about the disease, have difficulty sleeping at night and feel heavy in the neck, dizziness, still consume excess salt and goat meat, lazy to exercise, stress the disease is sustainable, like drinking coffee and smoking. TTV: average BP: 150 / 100-90 mmHg, pulse: 80-100 times / minute, respiration: 16-24 times/ minute, temperature: 36.50-37.50C. Nursing problems in managing health care seeking behavior are related to lack of knowledge about health care. Nursing plan with foot massage therapy and ambon banana. Nursing measures to assess the improvement of health status, observing TTV, foot massage and giving ambon bananas. The results after foot massage for 6 visits for 2 weeks and giving ambon bananas for 5 consecutive days the behavior problems seeking health help was resolved. Conclusion: the act of foot massage and giving ambon bananas to the family can reduce high blood pressure.Keywords: Therapy of foot massage, Ambon banana, health seeking behavior, hypertension Abstrak: Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang perawatan hipertensi berakibat keluarga melakukan upaya perilaku mencari pertolongan kesehatan. Salah satu upaya pemanfaatan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajad kesehatan dengan pengobatan non farmakologis yaitu terapi pijat kaki dan komsumsi pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penatalaksanaan pijat  kaki dan pemberian pisang ambon dengan masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan pada keluarga yang mengalami hipertensi. Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan, metode pengambilan data subjek penelitian dengan Purposive Sampling dilakukan terhadap 5 subjek. Pengkajian didapatkan data riwayat mengalami hipertensi sejak 3 tahun, jarang memeriksakan tekanan darah kecuali jika merasakan pusing yang tidak tertahankan, belum dapat meningkatkan derajat kesehatan yang lebih tinggi, kurang mengerti tentang penyakitnya, mengalami sulit tidur pada malam hari dan terasa berat di tengkuk, pusing, masih mengkonsumsi garam berlebih dan daging kambing,  malas untuk berolahraga, stres penyakitnya berkelanjutan, suka minum kopi dan merokok. TTV : TD rata – rata  : 150/100-90 mmHg,  nadi : 80-100 kali/menit, respirasi : 16-24 kali/menit, suhu: 36,50- 37,50C. Masalah keperawatan penatalaksanaan perilaku mencari pertolongan kesehatan berhubungan dengan kurangnya pengetahuan terhadap  perawatan kesehatan. Rencana keperawatan dengan terapi pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Tindakan keperawatan melakukan pengkajian terhadap peningkatan derajad kesehatan, mengobservasi TTV,melakukan pijat kaki dan pemberian pisang ambon. Hasil setelah dilakukan pijat kaki selama 6 kali kunjungan selama 2 minggu  dan pemberian pisang ambon selama 5 hari secara berturut-turut masalah perilaku mencari pertolongan kesehatan teratasi.Simpulan: tindakan pijat kaki dan pemberian pisang ambon pada keluarga dapat menurunkan tekanan darah tinggi.Kata kunci : Terapi pijat kaki, pisang ambon, perilaku mencari pertolongan kesehatan, hipertensi