I Made Astra
Program Magister Pendidikan Fisika, FMIPA UNJ Jl. Pemuda No. 10, Jakarta 13220

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Siti Komariyah; Sunaryo Sunaryo; I Made Astra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.1 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.01.RND.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini difokuskan pada pengembangan media pembelajaran pembangkit listrik tenaga angin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2017 sampai bulan April 2017 di SMA Negeri 87 Jakarta. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran yaitu model pembangkit listrik tenaga angin sebagai media pembelajaran fisika untuk menambah pengalaman langsung bagi peserta didik tentang konversi energi, yaitu energi gerak menjadi energi listrik. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D)model Borg and Gall yang terdiri dari 10 langkah atau tahap. Adapaun tahap tersebut terdiri atas (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Ujicoba Pemakaian, (6) Revisi Produk, (7) Ujicoba Produk, (8) Revisi Desain, (9) Revisi Produk, (10) Produksi Masal. Instrumen yang digunakan validasi berupa angket. Validasi model pembangkit listrik tenaga angin dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan guru. Hasil validasi oleh ahli media 84,89%, ahli materi 97,2% dan oleh guru 96,53%, sehingga dikatagorikan sangat baik. Hasil validasi tes berpikir kritis dihitung dengan menggunakan rumus Product Moment, sedangkan reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Hasil kegiatan peserta didik yang menggunakan media yang telah dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada katagori sedang. Artinya bahwa media hasil pengembangan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran di sekolah. Kata-kata kunci: model pembangkit listrik, energi angin, berpikir kritis. Abstract This research is focused on developing learning media of wind power plant. This research was conducted in January 2017 until April 2017 at SMA Negeri 87 Jakarta. This study aims to develop a learning media that is a model of wind power generation as a medium of physics learning to add a direct experience for learners about the conversion of energy, namely the energy of motion into electrical energy. The research method used is research and development (R & D) model Borg and Gall consisting of 10 steps or stages. (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Usage Trial, (6) Product Revision, (7) Product Testing, (8) ) Design Revision, (9) Product Revision, (10) Mass Production. The instrument used is a questionnaire validation. Validation of wind power generation model is done by material experts, media experts, and teachers. The results of validation by media experts 84.89%, material experts 97.2% and by teachers 96.53%, so categorized very well. The result of validation of critical thinking test is calculated by using Product Moment formula, while reliability using Alpha Cronbach. The results of the activities of learners using the media that have been developed can improve the ability to think critically in the category is. This means that the development of media is feasible to be used as a medium of learning in schools. Keywords: power generation model, wind energy, critical thinking.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA Fariza Resti; I Made Astra; Betty Zelda Siahaan
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.693 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.01.EER.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui: (1)Perbedaan hasil belajar fisika bagi siswa yang menggunakan model Inkuiri Mandiri(IM) dan Inkuiri Terbimbing(IT);(2)Pengaruh interaksi antara model pembelajaran Inkuiri dan kemampuan metakognitif terhadap hasil belajar fisika siswa;(3)Perbedaan hasil belajar fisika bagi siswa yang memiliki kemampuan metakognitif tinggi dengan model Inkuiri Mandiri dan Inkuiri Terbimbing;(4)Perbedaan hasil belajar fisika bagi siswa yang memiliki kemampuan metakognitif rendah dengan model Inkuiri Mandiri dan Inkuiri Terbimbing. Populasi target dari penelitian ini adalah siswa/i SMA Negeri 96 Jakarta dan populasi terjangkaunya adalah siswa/i kelas X di SMA Negeri 96 Jakarta. Sampel diambil menggunakan teknik random dari 7 kelas dan didapatkan 4 kelas. Data dikumpulkan dari tes kemampuan metakognitif dan hasil belajar, kemudian di analisis menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar fisika yang menggunakan model IM lebih tinggi dibandingkan IT;(2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran inkuiri dan Kemampuan Metakognitif terhadap hasil belajar fisika; (3) Bagi siswa yang memiliki kemampuan metakognitif tinggi, hasil belajar fisika dengan model IM lebih tinggi daripada IT;(4) Bagi siswa yang memiliki kemampuan metakognitif rendah, hasil belajar fisika dengan model IM lebih rendah daripada IT Kata-kata kunci: Inkuiri, Kemampuan Metakognitif, Hasil Belajar Fisika, Kelas X. Abstract This study aims to determine: (1) Differences in the results of physics learning for students using Inkuiri Mandiri (IM) and Inkuiri Terbimbing (IT) model; (2) Influence of interaction between Inquiry learning model and metacognitive ability to student physics learning result; (3) Differences in the results of physics learning for students who have high metacognitive skills with Inkuiri Mandiri and Inkuiri model are guided, (4) Differences in physics learning outcomes for students who have low metacognitive ability with Inkuiri Mandiri model and Guided Inquiry. Target population of This research is a student of SMA Negeri 96 Jakarta and its inaccessible population is student of X class at SMA Negeri 96 Jakarta. The sample was taken using random technique from 7 classes and got 4 classes. Data collected from the test Metacognitive ability and learning outcomes, then analyzed using two-way ANAVA. The results showed that: the results showed that: (1) The result of physics learning using IM model is higher than IT; (2) There is no interaction between models Inquiry learning and metacognitive ability on physics learning outcomes; (3) For students who have high metacognitive ability, physics learning outcomes with IM model is higher than IT; (4) For students who have low metacognitive ability, the learning outcomes of physics with IM model is lower than IT. Keywords: Inquiry, Metacognitive Ability, Physics Learning Outcomes, Class X.