This Author published in this journals
All Journal Arena Hukum
Sri Sutatiek
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PROFESIONALISME HAKIM AGUNG MELALUI PEMBERLAKUAN SISTEM KAMAR DALAM PEMBUATAN PUTUSAN PERKARA Sri Sutatiek
Arena Hukum Vol. 5 No. 1 (2012)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.783 KB) | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2012.00501.8

Abstract

AbstractThe Supreme Court is the last place for justice seekers. A good decisions can be a jurisprudence, though it not binding as on the Anglo Saxon countries. One of the major strategic step from The Supreme Court which already done is to improve the quality of decision is to impose the room system. Through a system of rooms, all cases that go to the Supreme Court will be reviewed by a competent judge or judges. The decisions that have been through a sequential mechanism in accordance with the provisions of the law would create a quality of justice and judgment. However, the Supreme Court, government, communities, universities, and other interested parties have to support the implementation of the system room. Key words: room systems, professionalism, decision AbstrakMahkamah Agung merupakan benteng terakhir tempat pencari keadilan memperoleh keadilan.  Kualitas putusannya dapat menjadi panutan dari hakim-hakim lain, meskipun tidak mengikat sebagaimana pada negara-negara Anglo Saxon. Salah satu langkah strategis utama yang dilakukan MA untuk meningkatkan kecepatan pembuatan putusan dan meningkatkan kualitas putusan adalah memberlakukan sistem kamar. Melalui sistem kamar, semua perkara yang masuk ke MA akan diperiksa oleh hakim atau hakim-hakim yang kompeten sesuai bidangnya. Putusan-putusan yang sudah melalui mekanisme yang runtut sesuai dengan ketentuan hukum akan menciptakan keadilan dan putusan yang berkualitas. Namun, Hakim Agung sebagai inti subjek dalam sistem kamar, Mahkamah Agung, pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan pihak lain yang berkepentingan perlu mendukung pelaksanaan sistem kamar.Kata kunci: sistem kamar, profesionalisme, putusan
AKUNTABILITAS MORAL HAKIM DALAM MEMERIKSA, MENGADILI, DAN MEMUTUS PERKARA AGAR PUTUSANNYA BERKUALITAS Sri Sutatiek
Arena Hukum Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Arena Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.111 KB) | DOI: 10.21776/ub.arenahukum.2013.00601.1

Abstract

Abstrak Independence of judges to examine, prosecute and deciding on cases must be balanced with the moral accountability that the court decisions are produced always have a certain quality. To create a quality decision, the decision containing justice for the majority of the community and can be executed, the need for moral accountability of each judge. MA can conduct training and supervision of judges internally. KY do externally supervision of judges. While judge themselves by believing that carry out the job as a judge is part of the devotion and worship.   Key words: accountability moral, judge, qualified decisions   Abstrak Kemerdekaan hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus perkara harus diimbangi dengan akuntabilitas moral agar putusan pengadilan yang dihasilkan selalu berkualitas. Untuk menciptakan putusan yang berkualitas, yaitu putusan yang mengandung keadilan bagi sebagian besar masyarakat dan dapat dieksekusi, perlu adanya akuntabilitas moral setiap hakim. Pihak MA dapat melakukan pembinaan dan pengawasan hakim secara internal. Pihak KY melakukan pengawasan eksternal hakim. Sedangkan hakim sendiri salah satunya dengan meyakini bahwa melaksanakan pekerjaan sebagai hakim adalah bagian dari pengabdian dan ibadah. Kata kunci: akuntabilitas moral, hakim, putusan berkualitas.