Isti Nurhayati
Akuntansi, Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GUBUK GEGANA (GERAKAN GREEN AMONIASI) SEBAGAI SOLUSI KEKURANGAN HIJAUAN DI DAERAH KEBUMEN Wahyuningsih, Putri; Muslikhatun, Siti; Fiftiyanti, Yulia; Nurhayati, Isti
Program Kreativitas Mahasiswa - Gagasan Tertulis PKM-GT 2013
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.755 KB)

Abstract

This article discusses about “Gubuk Gegana”, that is a place which is used for ammonia process called amoniasi. This has a result a fodder from straw which has higher nutrition value than usual. Gubuk Gegana is expected to overcome the problem of shortage of fodder  in the dry season in Kebumen. Besides, Gubuk Gegana is designed to make the best possible use of many natural potential and develop the knowledge and skills of the society in Kebumen. On the other word, Amoniasi is expected to solve agricultural wastes problem especially rice straw be more optimal utilization.
INTERLANGUAGE: GRAMMATICAL ERRORS ON STUDENTS’ RECOUNT TEXTS (A Case Study of First Year of MAN 2 Banjarnegara in the Academic Year 2014/2015) Nurhayati, Isti
ELT Forum: Journal of English Language Teaching Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Jurusan IKM FIK UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Differences between Indonesian and English language makes students often feel difficult in learning English especially in terms of grammar. Those difficulties tend to lead students to make errors in building English sentences. However, errors are actually natural because they are regarded as developmental stage to gain English competence, and errors are result from the students’ efforts to find ways of solving their problems. Those ways are called interlanguage. This study aims to find out the grammatical errors that students make in writing recount text and the interlanguage processes happen in it. The collecting data was done through writing recount text task to get kinds of errors data made by the students, and interview for getting interlanguage data happen to the students. The analysis steps started from identifying the errors, categorizing them into four categorizations of errors, and triangulating the errors with other supporting data. It reveals that students tend to make the errors omission, addition, misinformation, and misordering. The interlanguage processes happened are systematicity, permeability, fossilization consisting of language transfer, transfer of training, strategy of second language learning, and overgeneralization.
Reropa: Kolaborasi Tiga Teknik Cooperative Learning dalam Pembelajaran Grammar pada Keterampilan Menulis Peserta Didik Kelas XI Wahyuni, Sri; Nurhayati, Isti; Trisanti, Novia
Jurnal Profesi Keguruan Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7290/jpk.v3i2.12279

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) menjelaskan langkah dan hasil proses penerapan teknik REROPA (2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran dengan penerapan teknik REROPA. Peserta didik SMAN 13 Semarang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa inggris. Namun, hal tersebut tidak didukung dengan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh para peserta didik terutama tentang tata bahasa (grammar). Oleh sebab itu, pencapaian kompetensi para peserta didik tidak bisa terpenuhi secara maksimal. Menulis merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran bahasa inggris yang harus dicapai. Kompetensi ini berbanding lurus dengan kompetensi berbicara. Untuk mampu berbicara dengan baik dan benar, peserta didik mampu membuat tulisan yang baik dan benar pula. Berdasarkan kondisi yang tersebut, akan digunakan model pembelajaran REROPA. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa terjadi kenaikan prosentase hasil penugasan menulis peserta didik sebesar 21,2% yang berarti bahwa penerapan model tersebut membantu belajar peserta didik. Selain itu, peningkatan kinerja guru dan kualitas proses pembelajaran juga terjadi yakni masing-masing sebesar 4% dan 9%.
Reropa: Kolaborasi Tiga Teknik Cooperative Learning dalam Pembelajaran Grammar pada Keterampilan Menulis Peserta Didik Kelas XI Wahyuni, Sri; Nurhayati, Isti; Trisanti, Novia
widiyanto Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Profesi Keguruan
Publisher : LP3 Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpk.v3i2.12279

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) menjelaskan langkah dan hasil proses penerapan teknik REROPA (2) mendeskripsikan aktivitas pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran dengan penerapan teknik REROPA. Peserta didik SMAN 13 Semarang memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar bahasa inggris. Namun, hal tersebut tidak didukung dengan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh para peserta didik terutama tentang tata bahasa (grammar). Oleh sebab itu, pencapaian kompetensi para peserta didik tidak bisa terpenuhi secara maksimal. Menulis merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran bahasa inggris yang harus dicapai. Kompetensi ini berbanding lurus dengan kompetensi berbicara. Untuk mampu berbicara dengan baik dan benar, peserta didik mampu membuat tulisan yang baik dan benar pula. Berdasarkan kondisi yang tersebut, akan digunakan model pembelajaran REROPA. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa terjadi kenaikan prosentase hasil penugasan menulis peserta didik sebesar 21,2% yang berarti bahwa penerapan model tersebut membantu belajar peserta didik. Selain itu, peningkatan kinerja guru dan kualitas proses pembelajaran juga terjadi yakni masing-masing sebesar 4% dan 9%.
IMPLIKASI BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PERI KEHIDUPAN AKADEMIS Nurhayati, Isti
EDUKASIA Vol 11, No 1 (2016): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v11i1.808

Abstract

Kajian penelitian  ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara utuh bagaimana sebuah lembaga pendidikan terbuka SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga dalam membangun budaya sekolah. Sebuah institusi yang dapat berdiri berdasarkan dukungan lingkungan dan mampu memberikan kontribusi kepada warganya dimana anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang murah, dekat, namun berkualitas.  Beberapa rumusan masalah yang akan dijawab diantaranya (1)  Bagaimanakah penyelenggaraan pendidikan SMP Terbuka Qoriyah Thoyyibah  Salatiga dalam membangun budaya sekolahnya?  (2)  Bagaimanakah  dampak budaya sekolah tersebut terhadap kehidupan akademisnya? (3) Gejala budaya manakah yang berdampak terhadap pembentukan sistem  kehidupan  akademis yang  kondusif ?   Penelitian    ini menggunakan jenis penelitian   deskriptif   kualitatif   dengan pendekatan etnografi. Metode etnografi adalah metode penelitian kualitatif yang mengkaji perilaku manusia dalam setting alamiah dengan fokus interpretasi budaya terhadap perilaku  manusia. Hal ini dpandang tepat menggingat setting sekolah merupakan komunitas budaya atau merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari berbagai macam responden.kata kunci: pendidikan, budaya, sistem akademisTHE IMPLICATION OF SCHOOL CULTURE TO ACADEMIC LIFE VALUE. This research study aims to obtain a full description about how an educational  institution  opened in SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga to build a school culture. An institution can be established under the support of the environment and able to contribute to its citizens where their children get a cheap, close education and have high quality. The statements of the problem were: (1) How was the provision of SMP Alternatif Qoriyah Thoyyibah Salatiga in building a school culture? (2) What was the cultural impact of the school on academic  life? (3) Which  cultural symptoms that affect the establishment of a conducive  academic  life? This  research used descriptive qualitative  research with an ethnographic approach. It was a qualitative research method that examines human  natural attitudes focusing on the culture interpretation toward the human’s behavior. It is appropriate  since The school setting is cultural  community  which includes various respondents.keywords: education, culture, academic systems