Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN WAKTU PENANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DENGAN BUBU LIPAT SKALA LABORATORIUM Adi Susanto; Ririn Irnawati; Devi Yuliyanti
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 4 (2014)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v4i4.169

Abstract

Mud crabs fishing by using collapsible trap could be carried on day and night with different bait. Fishing time and bait affectivity have not been considered by fisherman. The objective to determine more effective fishing time and bait in laboratoty scale. The research was conducted in laboratory with Priacanthus tayenus, Upeneus sulphurus and cowhide as bait. Fishing time was divided into three parts, in the morning, afternoon and evening. Data was analyzed by Kruskal-Wallis. The result showed that the different bait and fishing time has significantly effect on the frequency and weight of mud crab that caught. Upeneus sulphurus is preferably bait than other bait and morning fishing time is the most effective than other time.Keyword: bait, capture time, collapsible trap, mud crab (Scylla serrata)
PENGARUH PENGETAHUAN PERPAJAKAN, KESADARAN PAJAK DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI PADA DISDUKCAPIL KOTA SURAKARTA Devi Yuliyanti; Desy Nur Pratiwi; Sri Laksmi Perdanawati
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 2 No. 1 (2024): September
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v2i1.1038

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surakarta. Data primer digunakan dalam metodologi kuantitatif pada penelitian ini. Pengetahuan perpajakan, kesadaran perpajakan, dan sanksi perpajakan merupakan faktor independen dalam penelitian ini. Sedangkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi pada DISDUKCAPIL Kota Surakarta menjadi variabel dependen. Strategi pemilihan penelitian ini, yaitu memilih partisipan berdasarkan kriteria, dikenal dengan istilah purposive sampling. Penelitian ini menggunakan sampel 59 pegawai DISDUKCAPIL Kota Surakarta yang memiliki NPWP dan penghasilan bulanan minimal 4,5 juta. Kuesioner diberikan kepada responden untuk mengumpulkan data. Analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS versi 23 adalah metode yang digunakan dalam temuan penelitian ini. Hasil temuan ini adalah bahwa pengetahuan perpajakan dan sanksi pajak tidak memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak sedangkan kesadaran pajak mempunyai pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Kata Kunci: Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Pajak, Sanksi Pajak, Kepatuhan Wajib Pajak.
Penyuluhan Tentang Pph 21 Pada PT. Budi Karya Maju Gumpang Kartasura Utami, Wikan Budi; Budiyono, Budiyono; Yuliyanti, Devi; Hastuti, Endah Kurnia
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 01, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v3i1.1631

Abstract

Pajak merupakan sumber penerimaan terbesar bagi negara. Sehingga pemerintah mengharapkan wajib pajak untuk patuh membayar pajak dengan cara mengeluarkan peraturan-peraturan perpajakan. Masalah kepatuhan Wajib Pajak adalah sering terlambatnya Wajib Pajak dalam membayar kewajibannya sebagai Wajib Pajak. Salah satu pajak itu adalah pajak penghasilan. Pajak ini dipungut atas penghasilan yang bersumber dari usaha, kerja, modal dan sumber lain. Maka yang berkaitan dengan masalah perpajakan di lingkungan usaha PT Budi Karya Maju (PT BKM) adalah adalah penghasilan dari seluruh karyawan yang terlibat di dalamnya. Seluruh karyawan PT Budi karya Maju merupakan Wajib Pajak. Tujuan pengabdian dengan topik penyuluhan PPH 21 Pada Karyawan PT Budi Karya Maju agar karyawan paham tentang kewajiban perpajakan khususnya PPH 21 sehingga tercipta kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan ceramah tentang perpajakan secara umum dan dilanjutkan ceramah tentang pajak penghasilan dan latihan pengisian SPT, cara pemotongan pajak dan pelaporannya. Hasil penyuluhan tersebut sangat membantu karyawan tetap, tidak tetap, dan tenaga honorer PT Budi Karya Maju dalam menghitung kewajiban pajak khususnya Pajak Penghasilan Pasal 21. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya karyawan PT Budi Karya Maju dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak penghasilan PPH 21. Kata kunci: penyuluhan, PPH 21, PT BKM
Penyuluhan Tentang Pph 21 Pada PT. Budi Karya Maju Gumpang Kartasura Utami, Wikan Budi; Budiyono, Budiyono; Yuliyanti, Devi; Hastuti, Endah Kurnia
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 01, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak merupakan sumber penerimaan terbesar bagi negara. Sehingga pemerintah mengharapkan wajib pajak untuk patuh membayar pajak dengan cara mengeluarkan peraturan-peraturan perpajakan. Masalah kepatuhan Wajib Pajak adalah sering terlambatnya Wajib Pajak dalam membayar kewajibannya sebagai Wajib Pajak. Salah satu pajak itu adalah pajak penghasilan. Pajak ini dipungut atas penghasilan yang bersumber dari usaha, kerja, modal dan sumber lain. Maka yang berkaitan dengan masalah perpajakan di lingkungan usaha PT Budi Karya Maju (PT BKM) adalah adalah penghasilan dari seluruh karyawan yang terlibat di dalamnya. Seluruh karyawan PT Budi karya Maju merupakan Wajib Pajak. Tujuan pengabdian dengan topik penyuluhan PPH 21 Pada Karyawan PT Budi Karya Maju agar karyawan paham tentang kewajiban perpajakan khususnya PPH 21 sehingga tercipta kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak penghasilan. Metode pengabdian dilakukan dengan memberikan ceramah tentang perpajakan secara umum dan dilanjutkan ceramah tentang pajak penghasilan dan latihan pengisian SPT, cara pemotongan pajak dan pelaporannya. Hasil penyuluhan tersebut sangat membantu karyawan tetap, tidak tetap, dan tenaga honorer PT Budi Karya Maju dalam menghitung kewajiban pajak khususnya Pajak Penghasilan Pasal 21. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya karyawan PT Budi Karya Maju dalam melaksanakan kewajiban membayar pajak penghasilan PPH 21. Kata kunci: penyuluhan, PPH 21, PT BKM