Yuliana Wardani
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Alih Kode dan Campur Kode dalam Roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata Yuliana Wardani
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 6, No 1 (2015): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.319 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan wujud alih kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (2) mendeskripsikan wujud campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata, (3) menjelaskan fungsi alih kode dan campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu karya Suparto Brata. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, teknik simak catat dan teknik observasi. Teknik analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Instrumen penelitian ini yaitu peneliti sendiri dan dibantu dengan kertas pencatat data. Hasil dari penelitian ini adalah: pertama, alih kode yang ditemukan dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata sebanyak 11 data. Ke dua, campur kode dalam roman Kadurakan Ing Kidul Dringu Karya Suparto Brata berjumlah 33 campur kode, masing-masing terdiri dari: (1) campur kode kata sebanyak 72 data, (2) campur kode frasa sebanyak 20 data, (3) campur kode baster sebanyak 15 data, (4) campur kode reduplikasi sebanyak 10 data, (5) campur kode idiom/ungkapan sebanyak 3 data. Ke tiga, fungsi alih kode dalam penelitian adalah: (1) menyesuaikan tuturan dengan topik yang sedang dibicarakan, (2) untuk menghormati O2, (3) menjalin keakraban, (4) menghormati objek yang sedang dibicarakan. Fungsi campur kode dalam penelitian yaitu: (1) untuk menghormati mitra tutur, (2) untuk memudahkan jalannya komunikasi antara penutur dan mitra tutur ketika kesulitan mencari padanan kata dalam bahasa Jawa, (3) untuk mempermudah maksud penutur kepada mitra tutur, (4) untuk menunjukkan dan menjalin keakraban dengan mitra tutur, (5) untuk memperoleh ungkapan yang pas, (6) untuk sekedar bercanda dengan mitra tutur, (7) untuk memperhalus tuturan, (8) untuk menghormati objek yang sedang dibicarakan, (9) untuk meyakinkan/menegaskan pada mitra tutur keadaan yang sebenarnya.   Kata kunci : alih kode, campur kode, sosiolinguistik