Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ajaran Kesempurnaan Hidup dalam Teks Suluk Ulam Loh Lilis setyorini
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 5, No 5 (2014): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.87 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menyajikan suntingan Suluk Ulam Loh yang bersih dari kesalahan dan mendekati asli berdasarkan cara kerja filologi transkripsi ortografis; 2) mengungkapkan ajaran kesempurnaan hidup (manunggaling kawula gusti) yang terkandung di dalam teks Suluk Ulam Loh. Metode penelitian ini  pustaka (library research). subyek dalam penelitian ini adalah naskah Sêrat Sitin Jilid II Kasambêtan sêrat Jaka Slèwah dengan nomer  katalog  KS 513.0 214 Na SMP 154/3 (Florida, Nanci K 1994:271). Objek dalam penelitian ini kesalahan tulis pada teks Suluk Ulam Loh dan ajaran kesempurnaan hidup yang terkandung dalam teks Suluk Ulam Loh. Wujudnya tembang macapat, jumlahnya tujuh pupuh, dengan aksara Jawa dengan 39 halaman. Pengumpulan data dengan 1) metode studi pustaka; 2) metode studi lapangan; 3) metode dokumentasi; 4) transliterasi data.Dalam Naskah Suluk Ulam Loh ditemukan kesalahan-kesalahan tulis meliputi 13 (lima belas ) kata yang kekurangan huruf, 6 (enam) kalimat kekuaranngan kata, 3 (empat) kata kelebihan huruf, 1 (satu) kalimat kelebihan kata, 12 (empat belas) kata salah penulisan huruf, 4 (enam belas) kata tidak konsisten dalam penggunaannya. Suluk Ulam Loh adalah karya sastra suluk yang berisi ajaran agama islam. Ajaran yang terkandung di dalamnya merupakan ajaran-ajaran kesempurnaan hidup melalui syariat, tarekat, makripat dan hakikat. Simbol yang digambarkan dalam teks Suluk Ulam Loh adalah 4 ekor mina (ikan) yang berenang dalam gelas. Keempat ikan itu adalah Dyan Kok Merah, Manik Jamaprah, Manik Sonder dan Kok Wungu (Kok Bongkok).   Kata kunci : ajaran, kesalahan, suluk ulam loh
Antara Like dan Ridha Allah: Tantangan Moral dan Spiritual Remaja Muslim di Media Sosial: Between Likes and Allah's Pleasure: Moral and Spiritual Challenges of Muslim Teenagers on Social Media Ananda Ayu Salsabila; Siti Nur Cahya Atika; Lilis Setyorini; Adella Cinta Hendriani
LITERA: Jurnal Ilmiah Mutidisiplin Vol. 2 No. 6 (2025): LITERA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media platforms has changed the way Muslim teenagers form their identities, gain recognition from their communities, and express their religiosity. The phenomenon of seeking ‘likes’ as a form of digital recognition often conflicts with Islamic principles that emphasize sincerity, humility, and a life goal oriented towards pleasing Allah. In this study, researchers applied a Systematic Literature Review approach by analyzing 21 scientific articles related to adolescent digital behavior, religious identity, mental health, religious literacy, and Islamic ethics in the use of social media. The findings indicate that the culture of seeking likes can cause social pressure, anxiety, digital riya' (showing off), image competition, and a superficial understanding of religion. However, social media can also serve a positive function as a means of religious education, creative da'wah (proselytizing), and character development when used properly. It was found that the main challenge for teenagers is not the technology itself, but their ability to manage their intentions, maintain spiritual integrity, and understand that self-worth is not determined by popularity in the virtual world, but by moral character and efforts to earn God's pleasure. This study emphasizes the importance of Islamic-based digital literacy, the role of guidance from parents and educators, and the implementation of sincerity in facing changes in social media culture.