Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : jurnal sahabat keperawatan

IMPLEMENTASI PEMBERIAN ZINC CHITOSAN CREAM TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM Winda, Siti; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 7 No. 02 (2025): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v7i02.10081

Abstract

Latar Belakang: Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang serius pada penderita diabetes mellitus, dengan risiko tinggi terhadap infeksi, gangren, dan amputasi ekstremitas bawah. Ulkus diabetikum ditandai dengan luka terbuka pada ekstremitas bawah yang sulit sembuh akibat neuropati perifer dan gangguan vaskular. Oleh karena itu butuh penanganan yang tepat, salah satunya adalah perawatan luka modern dengan penggunaan zinc chitosan cream, yang menggabungkan sifat antimikroba seng (zinc) dan biopolimer kitosan untuk mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan pemberian zinc chitosan cream terhadap proses penyembuhan ulkus diabetikum dalam konteks asuhan keperawatan di Rumah Luka Pangandaran. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain studi kasus melalui pendekatan asuhan keperawatan. Proses pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, perencanaan intervensi, pelaksanaan tindakan, hingga evaluasi dilakukan secara sistematis pada klien dengan ulkus diabetikum. Hasil: Setelah dilakukan implementasi hasil menunjukkan bahwa pemberian zinc chitosan cream secara konsisten selama 6 hari memberikan dampak positif terhadap penyembuhan luka, ditandai dengan tidak adanya slough, penurunan eksudat, perubahan pada warna luka, dengan total skor pengkajian luka berdasarkan Betes Jensen di pertemuan pertama sebanyak 39 dan pada pertemuan terakhir sebanyak 29. Kesimpulan: Dari penelitian ini menunjukkan bahwa zinc chitosan cream dapat mempercepat dalam proses penyembuhan ulkus diabetikum sebagai bagian dari perawatan luka modern yang mendukung prinsip moist wound healing.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METCOVAZINE CREAM HIJAU PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM POST OPERASI DEBRIDEMEN Nursamsi Nursamsi; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10082

Abstract

Pendahuluan: Diabetes merupakan kondisi yang ditandai oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) Menurut International Diabetes Federation (2019), tercatat 463 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes pada tahun 2019, yang setara dengan prevalensi 9,3% dari keseluruhan populasi dalam kelompok usia tersebut. Tujuan Penelitian: untuk melakukan asuhan keperawatan dengan fokus masalah keeprawatan Gangguan integritas kulit dengan intervensi Perawatan luka dan penggunaan topical Metcovazine cream hijau. Metode: Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan metode pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, rencana asuhan keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Hasil riset: Hasil studi kasus pada tahap pengkajian diketahui bahwa Ny. D dengan permasalah yang muncul adalah Gangguan integritas kulit sehingga didapatkan diagnosa keperawatan adalah Gangguan interitas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi terjadi karena suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit terganggu. Intervensi dilakukan selama tiga kali pertemuan. Luka sedikit membaik serta mengalami penurunan dalam ukuran panjang luka yang awalanya 10 cm dan lebar 6 cm manjadi panjang 9,7cm, lebar 5,5 cm, serta dalam warna dan keadaan luka yang awalnya berwarna putih pucat serta kering (Mengelupas) pada saat evaluasi pertemuan ke 3 menjadi warna pink cerah dan keadaan luka lembab. Kesimpulan: Kesimpulannya bahwa penggunaan metcovazine cream hijau dapat mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum. Metode ini membantu menjaga kelembapan luka, dan meningkatkan laju epitelisasi, sehingga mendukung pemulihan yang lebih baik pada pasien diabetes.
PENERAPAN HYDROCOLLOID DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA LUKA ULKUS DIABETIKUM Ghina Hasna Luthfiyah; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10091

Abstract

Latar Belakang:Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering muncul pada penderita diabetes melitus, khususnya pada pasien dengan gangguan sirkulasi dan neuropati perifer. Luka yang tidak tertangani secara optimal berisiko berkembang menjadi infeksi berat dan berujung amputasi, sehingga memerlukan penanganan yang efektif. Di lapangan, metode perawatan luka masih banyak menggunakan pendekatan konvensional yang kurang mampu menciptakan lingkungan ideal untuk penyembuhan. Salah satu alternatif terapi non-farmakologi yang kini semakin sering digunakan adalah balutan hydrocolloid, karena kemampuannya menjaga kelembapan luka serta mempercepat regenerasi jaringan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan balutan hydrocolloid dalam mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum melalui pendekatan asuhan keperawatan komprehensif. Metode:Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif dengan penerapan asuhan keperawatan pada satu klien dengan ulkus diabetikum di Rumah Luka Pangandaran, Jawa Barat. Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan SDKI, intervensi mengacu pada SIKI, evaluasi menggunakan SLKI, dan dokumentasi disusun dengan metode SOAPIER. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan kondisi luka setiap tiga hari dalam kurun tujuh hari perawatan. Hasil:Hasil pengkajian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan ukuran luka, peningkatan granulasi, dan berkurangnya eksudat. Skor Bates-Jensen turun dari 25 pada pertemuan pertama menjadi 15 pada pertemuan ketiga. Intervensi berupa manajemen luka dengan balutan hydrocolloid terbukti mendukung percepatan penyembuhan. Kesimpulan:Penggunaan balutan hydrocolloid dapat mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum dengan menjaga kelembapan luka, mendukung pembentukan jaringan granulasi, mempercepat epitelisasi, serta mengurangi risiko infeksi dan nyeri saat pergantian balutan.