Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SUMBER DAYA AIR

PENYUSUNAN MODEL KONSEPTUAL HUBUNGAN ANTARA PROSES LIMPASAN DENGAN PENCUCIAN UNSUR HARA Nani Heryani
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1395.982 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v9i1.361

Abstract

Model konseptual hubungan proses aliran air dengan ketersediaan air dalam DAS hanya mencakup proses di dalam DAS yang memengaruhi kimia air atau yang memberi pertanda kimia dalam aliran. Penelitian dilakukan di DAS mikro Cakardipa, DAS Ciliwung Hulu, Jawa Barat. Tujuan penelitian yaitu menyusun model konseptual hubungan antara proses limpasan atau aliran air dengan ketersediaan air dan pencucian hara. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: pemasangan jaringan alat pengamatan hidrokimia dan hidrometrik, analisis separasi hidrograf secara geokimia dan hidrometrik, analisis dinamika aliran bawah permukaan, analisis hubungan konsentrasi unsur hara (hidrokimia) dan debit. Berdasarkan hasil-hasil analisis tersebut disusun model konseptual hubungan antara proses aliran air dengan ketersediaan air di dalam DAS dan pencucian hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan separasi hidrograf secara geokimia terdapat kontribusi air tanah (groundwater) sebesar 47,3%, air lahan(soil water) sebesar 28,0%, dan curah hujan sebesar 24,7%, sedangkan separasi hidrograf secara hidrometrik menunjukkan bahwa dengan curah hujan sebesar 46,5 mm selama 8 jam 35 menit menghasilkan debit dengan volume sebesar 2.377 m3. Potensial air dan jalur aliran tempat air mengalir juga memengaruhi perbedaan konsentrasi kimia air yang melalui lereng hingga ke sungai. Akumulasi unsur hara cenderung tinggi pada bagian hilir DAS. Hubungan antara konsentrasi unsur kimia air dengan debit adalah linier, dalam hal ini terjadi penurunan unsur hara pada saat terjadi peningkatan debit.
Penilaian Kesesuaian Pembangunan Dam Parit Bertingkat Untuk Antisipasi Kekeringan: Studi Kasus Di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan Nani Heryani
JURNAL SUMBER DAYA AIR Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.261 KB) | DOI: 10.32679/jsda.v10i2.129

Abstract

Upaya pendayagunaan sumber daya air di lahan kering harus dilakukan seoptimal mungkin untuk meningkatkan ketersediaan air, memperpanjang masa tanam, dan menekan risiko kehilangan hasil. Hal ini dapat diimplementasikan melalui aplikasi panen hujan dan aliran permukaan yang dapat dipergunakan untuk irigasi sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Desa Limampoccoe, kecamatan Cenrana, kabupaten Maros, provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Februari sampai dengan bulan Oktober 2012. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkarakterisasi kondisi biofisik wilayah dalam menilai kesesuaian pembangunan teknologi panen hujan dan aliran permukaan melalui dam parit, serta mengembangkan model pengelolaan air melalui panen hujan dan aliran permukaan untuk mengantisipasi kekeringan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui: 1) penyusunan peta lokasi penelitian (penggunaan lahan dan target irigasi) berdasarkan hasil analisis peta rupa bumi yang divalidasi dengan pengamatan lapang, 2) identifikasi kondisi hidrologi untuk mengetahui debit aliran sungai tempat dam parit dibangun, 3) aplikasi pembangunan teknologi panen hujan dan aliran permukaan melalui dam parit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi panen hujan dan aliran permukaan dapat meningkatkan intensitas tanam dari pola tanam padi-bera-bera menjadi padi-kacang tanah-bera, dan padi-semangka-bera.