This Author published in this journals
All Journal Bionatura
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENETAPAN RAKSA DALAM TEPUNG IKAN SECARA SPEKTROMETRI ABSORPSI ATOM UAP DINGIN Muljadji A; Nurmandali -; Fahyuddin -; Tahid -
Bionatura Vol 5, No 2 (2003): Bionatura Juli 2003
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penetapan kandungan raksa dalam contoh tepung ikan menggunakanspektrometri absorpsi atom uap dingin (SAA-UD) dengan tiga metode destruksibasah.telah dilakukan penelitian. Ketiga metode destruksi tersebut ialah: cararefluks yang merupakan cara standar, bom Teflon dengan pemanas oven listrikdan bom Teflon dengan pemanas oven gelombang mikro. Dipelajari pulapengaruh perbandingan antara volume bejana reduksi dan volume larutan yangmengandung sejumlah tertentu (125 ng) raksa untuk mendapatkan senstivitaspengukuran yang terbaik, dengan menggunakan empat bejana reduksibervolume: 50 mL, 100 mL, 250 mL, dan 500 mL dan volume larutan divariasikanmasing-masing 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60% dari volume setiap bejana.Hasil percobaan menunjukkan, makin kecil volume udara dan makin kecil volumelarutan, sensitivitas menjadi lebih baik. Karakteristik kinerja analisis denganmenggunakan bejana 100 mL dan volume larutan ukur 20% (20 mL) merupakankondisi yang optimum dengan limit deteksi 9,8 ng; sensitivitas 0,868 A/μg;kecermatan 5,9%; ketepatan 5,3% dan rentang linier 10 – 250 ng. Berdasarkanhasil uji kecermatan, kinerja kedua metode destruksi sistem bom teflon tidakberbeda nyata, tetapi keduanya berbeda secara berarti dengan sistem refluks,yang dalam uji perolehan kembali (recovery) sistem refluks menunjukkan adanyagalat sistematik. Tingkat akurasi prosedur analisis metode destruksi bom teflon –oven listrik diuji dengan bahan acuan tepung ikan cod muscle CRM No. 422 yangdiperoleh dari Community Bureau of Reference (BCR). Kandungan raksa dalambahan acuan dari percobaan tersebut (0,593 ± 0,036) ug/g tidak berbeda secarastatistik dengan nilai pada sertifikat (0,559 ± 0,016) ug/g.