Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Masalah-masalah dalam Penatalaksanaan Tekanan Darah Tinggi pada Lanjut Usia dan Peran-peran Pengasuh Utamanya (Caregiver): Sebuah Studi Kualitatif Khasanah, Uswatun
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2005)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/1877

Abstract

A caring nursing relationship with hypertensive clients at their homes can have positive effects upon their blood pressure. This paper attempts to reveal efforts of the hypertensive older adults and their caregivers in dealing the high blood pressure. This study shows that often older adults they do not realize they are having hypertension at first; accidentally they are diagnosed with hypertension when they seek help for other health problem. While the others realize that they are having hypertension after the screening program conducted by students or health professional.Soon after the older adults realize they are diagnosed with hypertension, changing the risky behaviors, asking and searching information related the disease follows. However, often they neglect the disease management when they feel the disease symptoms disappear. Or still practicing incorrect management, such as improper medical regiment, irregular checking blood pressure till does not manage their high blood pressure at all. The common practices among the hypertensive are alternative medicine used, such as using herbs, holy water, or asking help from the traditional healer as well as the spiritual leader. Concerning older adult caregivers roles are as the main psychological and financial support for the older adults.This study demonstrates various perspectives of older adults and caregivers problems and efforts in maintaining blood pressure within recommended level. This is very useful information for the health professional in caring the hypertensive older adult comprehensively according to their needs and their perspective.Artikel ini mengemukakan tentang persepsi dari lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha mereka untuk mengontrol tekanan darah tinggi yang dialami oleh para lanjut usia dirumah. Hasil dari penelitian dengan desain kualitatif dan wawancara sebagai tehnik pengumpulan data ini yaitu kebanyaan pada awalnya lanjut usia tidak menyadari bahwa mereka menderita tekanan darah tinggi, baru setelah mereka memeriksakan masalah kesehatan yang lainnya kepada tenaga kesehatan dan dicek tekanan darah tingginya, didapakan tekanan darah tingginya melebihi batas normal yang direkomendasikan. Sedangkan lanjut usia yang lainnya mengetahui kalau mereka menderita tekanan darah tinggi setelah ada program screening dari mahasiswa atau tenaga kesehatan yang lainnya.Segera setelah lanjut usia mengetahui mereka menderita tekanan darah tinggi, maka merubah tingkah laku yang membahayakan kesehatan, bertanya dan mencari informasi yang berkaitan dengan penyakitnya adalah hal yang dilakukan oleh para lanjut usia tersebut. Akan tetapi masih banyak diantara lanjut usia tersebut yang melakukan penatalaksanaan yang kurang tepat, seperti penggunaan obat yang salah, tidak teratur mengontrol tekanan darah atau juga tidak melakukan apapun untuk mengontrol penyakitnya tersebut. Praktek yang sering dilakukan untuk mengontrol tekanan darah tinggi diantaranya yaitu lanjut usia menggunakan pengobatan alternative seperti dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan, air suci, atau meminta pertolongan dari pengobat tradisional dan juga pemimpin agama. Tentang pengasuh anjut usia, mereka adalah pendukung secara psykologis dan juga financial.Penelitian ini menunjukkan beberapa perspektif lanjut usia dan pengasuhnya tentang usaha-usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesehatan lanjut usia. Hal ini merupakan informasi yang sangat berharga bagi tenaga kesehatan dalam merawat lanjut usia dengan darah tinggi secara komprehensif dan berdasarkan kebutuhannya dan dengan memperhatikan perspective mereka.
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN METAKOGNISI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKANGAYA BELAJAR SISWA Khasanah, Uswatun
EKUIVALEN - Pendidikan Matematika Vol 38, No 1 (2019): EKUIVALEN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.947 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan metakognisi siswa dalam menyelesaikan masalah matematika menggunakan tahap Polya pada siswa SMP Negeri 2 Purworejo Tahun Pelajaran 2017/2018.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi dengan pengambilan subjek penelitian menggunakan purposive.Subjek dalam penelitian ini adalah3 siswa yang masing-masing memiliki gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik.Sedangkan instrument yang digunakan yaitu soal tes dan pedoman wawancara.Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes, teknik wawancara, dan catatan lapangan. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan gaya belajar visual mampu memenuhi semua indikator perencanaan, sedangkan saat memonitoring siswa tidak memikirkan penyelesaian lain, sehingga ia tidak mampu menyelesaikan dengan cara lain. Siswa dengan gaya belajar auditorial saat merencanakan tidak mampu menentukan cara penyelesaian yang tepat sesuai informasi. Hal ini mengakibatkan hasil penyelesaian yang diperoleh tidak sesuai dengan informasi pada soal. Siswa dengan gaya belajar kinestetik saat merencanakan tidak memprediksi waktu penyelesaian dengan tepat. Sedangkan saat memonitoring siswa auditorial tidak menyadari adanya kesalahan menghitung sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan tujuan. Siswa juga menemukan cara lain untuk menhitung tinggi aula dengan menggunakan Pythagoras. Hal ini disebabkan karena siswa tidak melakukan pengecekan kembali saat mengevaluasi. Kata kunci: kemampuan metakognisi, masalah geometri, gaya belajar
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI SENYAWA ARTEMISININ DAN TURUNANNYA DENGAN KONSEP BIOTEKNOLOGI khasanah, uswatun -
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artemisinin is a sesquiterpen lactone that was isolated from the Artemisia annua. Artemisinin was used as antimalarial since 1980, when chloroquine resistance case occurred. The demand of artemisinin as antiamalarial was not accompanied by an increase in artemisinin production. Until now, artemisinin production is obtained through isolation process of genus Artemisia. Various studies have been carried out to meet the needs of artemisinin as antimalarial drug. Some studies used biotechnology technic for example plant tissue culture, genetic engineering to modulate artemisinin biosynthetic pathway, and the addition of organic fertilizer in A.annua agriculture. Some researches added compounds which play a role  in the biosynthesis of artemisinin in A.annua cell culture, e.g mevalonic acid, sodium acetate and casein. In addition, the production of artemisinin derivatives is also carried out through biotechnology techniques using hair root culture from certain plants. Production of artemisinin is also increased by adding organic fertilizers, such as NaCl, potassium phosphate, and ammonium nitrate. Several studies also produce transgenic plants by inserting genes that encode terpenoid precursor compounds, farnesil pyrophosphate.
STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI SENYAWA ARTEMISININ DAN TURUNANNYA DENGAN KONSEP BIOTEKNOLOGI khasanah, uswatun -
Pharmaceutical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artemisinin is a sesquiterpen lactone that was isolated from the Artemisia annua. Artemisinin was used as antimalarial since 1980, when chloroquine resistance case occurred. The demand of artemisinin as antiamalarial was not accompanied by an increase in artemisinin production. Until now, artemisinin production is obtained through isolation process of genus Artemisia. Various studies have been carried out to meet the needs of artemisinin as antimalarial drug. Some studies used biotechnology technic for example plant tissue culture, genetic engineering to modulate artemisinin biosynthetic pathway, and the addition of organic fertilizer in A.annua agriculture. Some researches added compounds which play a role  in the biosynthesis of artemisinin in A.annua cell culture, e.g mevalonic acid, sodium acetate and casein. In addition, the production of artemisinin derivatives is also carried out through biotechnology techniques using hair root culture from certain plants. Production of artemisinin is also increased by adding organic fertilizers, such as NaCl, potassium phosphate, and ammonium nitrate. Several studies also produce transgenic plants by inserting genes that encode terpenoid precursor compounds, farnesil pyrophosphate.