Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan berikut: Pertama kemampuan bemalar dalam menulis paragraf deduktif kurang dipaham itu disebabkan keinginan siswa untuk menulis khususnya menulis paragraf kurang dilatih. Kedua, siswa mengalarni kesulitan dalam melakukan penalaran dalam menulis paragraf deduktif. Ketiga, siswa sulit untuk menyusun paragraf deduktif karena ketidakmampuan mernilih kalimat topik juga menjadi faktor penyebab kesalahan siswa dalam menulis paragraf. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X SMA Negeri 2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan yang terdaftar pada tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah siswa Kelas X yang terdaftar pada tahun pelajaran tersebut adalah 187 orang yang tersebar dalam 7 Kelas. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini adalah 28 orang (15% darijumlah populasi siswa per kelas) yang diperoleh dari 7 kelas yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap kemampuan bemalar dalam paragraf deduktif Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan bemalar dalam paragraf deduktif berada pada taraf kualifikasi Lebih dari cukup (LDC) dengan nilai rata-rata 70,24 berada pada rentangan 66---75%. Hasil yang diperoleh berdasarkan indikator, maka dapat diambil kesimpulan nilai rata-rata siswa pada indikator 1 atau kemampuan siswa dalam menuliskan fakta-fakta diperoleh mean (M) 36,90 berada pada rentangan 36---45%. Berada pada kualifikasi Kurang (K). Pada indikator 2 atau kemampuan siswa dalam menuliskan kelogisan!logika memperoleh mean(M)Â Â sebesar 73,80 berada pada rentangan 66---75%. Berada pada kualifikasi Lebih dari cukup (LDC). Pada indikator 3 atau kemampuan siswa dalam menuliskan pemyataan dari umum ke khusus memperoleh mean (M) sebesar 100 berada pada rentangan 96---100%. Berada pada kualifikasi Sempuma.