Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RESTORATIVE JUSTICE BAGI ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PERKOSAAN ANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF Rokamah, Ridho
Justitia Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Justitia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah kasus kekerasan seksual dengan pelaku anak-anak yang terus meningkat di UPPA Polres dan Komite Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Ponorogo akhir-akhir ini, membuat penegak hukum (Hakim, Jaksa, dan Polisi) dihadapkan pada posisi yang sulit. Para aparat lebih memilih memberikan kebijakan untuk tidak memproses kasus tersebut terlebih lagi jika keluarga korban dan pelaku menghendaki untuk damai setelah korban hamil. Apabila fakta dan bukti mengharuskan pemberian hukuman, maka tuntutan ringan adalah alternatif yang dipilih. Alalsannya, anak-anak merupakan korban lingkungan (keluarga/teman) yang memerlukan pendidikan. Kebijakan aparat penegak hukum khususnya Polres ini, disebut dengan restorative justice atau keadilan restorasi karena adanya unsur musyawarah atau kesepakatan demi keadilan dari korban dan pelaku. Dalam perspektif Islam, anak yang masih belum bisa dipertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum (belum mukallaf) tidak dikenai hukuman sebagaimana orang dewasa. Dalam Islam ada batasan bahwa hukum pidana itu bisa diterapkan bagi anak sampai dia mukallaf, jika belum sampai usia itu hukum belum bisa diterapkan. Adapun dalam hukum positif, hukum bisa diterapkan untuk siapa saja tanpa batasan usia. Hanya saja untuk pelaku kejahatan pidana anak-anak harus diperlakukan secara khusus.Kata Kunci:Restorative Justice, perkosaan, pidana, hukum Islam, dan Hukum Positif.
SOSIOLOGI ANAK JALANAN DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2000 TENTANG PENANGGULANGAN PEKERJA ANAK : STUDI KASUS DI PONOROGO, JAWA TIMUR Ridho Rokamah
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 7, No 1 (2014): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v7i1.998

Abstract

Penelitian ini mengkaji masalah penyebab terjadinya pekerja anak, dan  implementasi Undang-undang No.1 tahun 2000 tentang Penanggulangan Pekerja Anak.Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitianini adalah pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitiandapat ketahui bahwa alasan anak di bawah umurmenjadi pekerja anak adalah karena ekonomi, mengisiwaktu luang, terpaksa, lari dari rumah, dll. Fenomenaini terjadi karena adanya struktur norma-norma hukumdalam masyarakat yang tidak bisa berlaku. Sedangkanimplementasi undang-undang ini dilapangan jugamasih belum bisa maksimal karena banyak faktor yangsaling kait mengkait, mulai dari keberadaan hukumbaik secara sosiologis maupun filosofis, budaya/norma masyarakat yang mulai luntur, sarana atau fasilitas yang tidak memadai, aparat penegak yang belum tegas, dankesadaran dari seluruh masyarakat untuk menghapuspekerja anak secara integrasi belum terbentuk.kata kunci: Pekerja Anak, UU No.1 Tahun 2000 The number of school dropout children in Ponorogofrom year to year is still high despite decreased. Thisphenomenon led to the opportunitie for children tobecome child laborers. Based on this concern, theresearcher examined the causes of the child laborproblem, and the implementation of Law No. 1 of 2000on Combating Child Labour. The research approachused in this study is a qualitative approach. The resultsof this research is that the main reason of child labor wasan economic factor, leisure time, being forced, or runningaway from home, etc. This phenomenon occurs becauseof the structure of legal norms in the society still can notbe applied. While the implementation of this legislationin the field still can not be maximized because of manyfactors are intertwined, from the existence of laws eithersociological or philosophical, cultural / societal normsthat started to fade, inadequate facilities, non assertiveenforcer and the awareness of the whole society toeliminate child labor in the integration has not beenformed.Keywords: Child Labour, Law No.1. Year  2000
Strategi Fundraising Dana Zakat BAZNAS kabupaten Jombang Untuk Meningkatkan kepercayaan Muzakki Yanti nur; Ridho Rokamah
Journal of Islamic Philanthropy and Disaster (JOIPAD) Vol. 4 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/joipad.v4i2.9846

Abstract

Penghimpunan (fundraising) merupakan suatu proses mempengaruhi masyarakat baik perseorangan sebagai individu atau perwakilan masyarakat maupun lembaga agar menyalurkan dana atau sumber dananya kepada organisasi atau lembaga pengelolaan zakat. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana strategi fundraising yang diterapkan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kepercayaan muzakki, faktor pendukung dan penghambat strategi fundraising BAZNAS Kabupaten Jombang, serta dampak strategi fundraising dana zakat BAZNAS Kabupaten Jombang terhadap tingkat kepercayaan muzakki. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ini adalah field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi kepada wakil ketua BAZNAS kabupaten jombang serta karyawan divisi penghimpunan.Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi fundraising yang dilakukan BAZNAS Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kepercayaan muzakki yaitu Identifikasi donatur, Penggunaan metode fundraising, Penggelolaan dan pemantauan donatur, Monitoring dan evaluasi. Faktor penghambat dalam penerapan strategi: kesadaran masyarakat yang masih rendah, kepercayaan. Faktor pendukung BAZNAS kabupaten jombng yaitu letak wilayah yang strategis, dan legalitas hukum yang berlaku. Kemudian dampak yang dialami BAZNAS kabupaten jombang setelah menerapan strategi fundraising secara online dengan mencakup even, transfer langsung, qris. Sedangkan strategi secara offline dengan penggunaan direct email, upz, pemerintah daerah, jemput zakat, dan kampanye media. Dari dua strategi fundraising yang diterapkan BAZNAS Kabupaten Jombang strategi secara online melaui transfer yang lebih efektif dan terbukti selalu meningkatkan penghimpunan setiap tahunnya dan terbukti semakin meningkat kepercayaan muzakki terhadap BAZNAS.
Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Insani (SDI) Melalui Internal Corporate Social Responsibility (ICSR) di PT BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo Qoyriyah; Ridho Rokamah
Falahiya: Journal of Islamic Banking and Finance Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/falahiya.v2i1.2164

Abstract

Abstract: Competence is the ability to master and apply workplace knowledge, skills, and work attitudes. The Islamic banking industry in Indonesia is still experiencing several obstacles, one of which is the minimal aspect of the quantity and quality of human resources. This study aimed to determine efforts to increase human resource competence through implementing Internal Corporate Social Responsibility at BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo. This type of research is field research with a qualitative approach. The techniques used are interviews, observation, and documentation. Based on research conducted at BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo, the following results were obtained: 1) Indicators of HR competence, namely knowledge, skills, motives, attitude, and spirituality; 2) The implementation of ICSR has been carried out following the stages covering security and safety, employee human rights, training and development, the balance of work and life, and diversity in the work environment; 3) The impact of implementing ICSR is increasing the quality of service quality, competence, knowledge and expertise, spiritual, moral values, and work motives, as well as increasing the efficiency, effectiveness, and productivity of human resource performance which has an impact on increasing the number of market customers every month. Keywords: Competence, Human Resources, Internal CSR, Islamic Banking Abstrak: Kompetensi adalah kemampuan menguasai, menerapkan pengetahuan, keahlian dan sikap kerja ditempat kerja. Industri perbankan syariah di Indonesia masih mengalami beberapa kendala, salah satunya minim aspek kuantitas dan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya peningkatan kompetensi sumber daya insani melalui penerapan Internal Corporate Social Responsibility di BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di BPRS Mitra Mentari Sejahtera Ponorogo, diperoleh hasil sebagai berikut: 1) Indikator kompetensi SDI yaitu knowledge, skill, motives, attitude dan spiritually; 2) Penerapan ICSR telah dijalankan sesuai tahapan meliputi keamanan dan keselamatan, HAM karyawan, training dan pengembangan, keseimbangan kerja dan hidup dan keragaman di lingkungan kerja; 3) Dampak penerapan ICSR yaitu meningkatkan mutu kualitas pelayanan, kompetensi pengetahuan dan keahlian, nilai moral spiritualitas, motif bekerja, serta meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktivitas kinerja sumber daya insani yang berdampak pada bertambahnya jumlah nasabah pasar disetiap bulan. Kata Kunci: Kompetensi, Sumber Daya Insani, CSR Internal, Perbankan Syariah