This Author published in this journals
All Journal Widyanuklida
Usman Kadir
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

NuCLEAR Data as The Alternative Information of Decay and Analyzer Usman Kadir
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 6 Nomor 1, Juli 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3863.727 KB)

Abstract

ABSTRACT NuCLEAR Data is the name of visual, color-coded computer program of "Chart of Nuclides" or "Segre Chart". The program gives you comprehensive nuclear decay data that include data on alpha, beta, gamma, x-ray decay etc., and comprehensive search by energy, intensity, half life, radiation type or name of nuclide. NuCLEAR Data is able to show visual decay product and could function as Multi Nuclides Identification and Multi Elements Identification Analysis. It is constructed using Visual Basic Compiler.   ABSTRAK NuCLEAR Data adalah nama program komputer untuk peta nuklida atau Segre Chart; data tervisual dan dikodekan warna. Program ini memberikan anda data peluruhan nuklir secara komprehensif, yang meliputi peluruhan alpha, beta, gamma, sinar-x dan dapat mencari energi, intensitas, waktu paro, jenis radiasi dan nama nuklida. NuCLEAR Data dapat menampilkan produk peluruhan secara visual dan dapat berfungsi sebagai analisis untuk Identifikasi multi nuklida dan identifikasi unsur-unsur. Program ini dibuat dengan Visual Basic.
Kurva Karakteristik Film Fuji #100 dan Eksposur Untuk Keperluan Radiografi Usman Kadir
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 6 Nomor 2, Desember 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.247 KB)

Abstract

ABSTRAK Hubungan antara lamanya waktu eksposur (penyinaran) suatu jenis film yang digunakan dalam radiografi dengan densiti atau tingkat kehitaman film dapat direpresentasikan pada kurva yang disebut kurva karakteristik film (Film Characteristic Curve). Selanjutnya kurva karakteristik film ini sangat diperlukan untuk membuat kurva eksposur (Exposure Chart), yang berfungsi untuk menentukan lamanya waktu eksposur yang dibutuhkan untuk mendapatkan gambar radiografi dengan densiti tertentu. Lamanya waktu ekposur ini tergantung dari tebal spesimen (benda uji), tegangan tinggi dan jenis film yang digunakan. Dalam tulisan ini akan dijelaskan cara membuat kurva karakteristik film dan kurva eksposur untuk keperluan radiografi. Eksperimen dilakukan dengan menggunakan pesawat Sinar X Rigaku 300 EGM di Nuclear Establishment Center, NuTEC JAERI - Tokai, Japan.
Faktor Gamma Γ Usman Kadir
Widyanuklida Widyanuklida, Volume 2 Nomor 2, Agustus 1999
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2631.192 KB)

Abstract

ABSTRAK Banyaknya foton yang melalui suatu luasan tertentu dalam satu detik disebut fluks. Jika foton tersebut dengan fluks tertentu berinteraksi dengan udara, maka sebagian energi radiasi tersebut akan diserap oleh udara. Besarnya energi yang diserap per satuan massa udara per satuan waktu disebut laju dosis serap,  selanjutnya dapat diperoleh besaran laju paparan dari hubungan coulomb dengan joule. Dengan menggunakan faktor konversi dari grey ke sievert, akan diperoleh besaran laju dosis ekivalen. Dari ke tiga besaran radiasi yaitu laju paparan, laju dosis serap dan laju dosis ekivalen, akan muncul suatu nilai konstan yang disebut faktor gamma yang mempunyai satuan yang berbeda dan masing-masing dinamakan konstanta laju paparan, konstanta laju dosis serap dan konstanta laju dosis ekivalen. ABSTRACT The number of foton through a unit area in a second is called flux. When foton with a certain flux pass through a media of air, some of its energy will be absorbed by air. The energy absorbed in a unit of mass of air in a unit of time is named as absorbed dose rates. Using the relationship between coulomb and jou1e, the absorbed dose rates can be converted to exposure rates. Then by using conversion factor from grey to sievert, it can be obtained equivalent dose rates. From these three rates, one can get a constant which is called gamma factor. Gamma factor has unit that differs for each rates and the name for each rates are respectively exposure rates constant, absorbed dose rates constant, equivalent dose rates.