Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan membaca nyaring pada siswa kelas IV SDN Salunggadue dapat ditingkatkan melalui metode latihan. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas IV SDN Salunggadue membaca nyaring melalui metode latihan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas ini menggunakan model siklus yang sesuai dengan prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Salunggadue berjumlah 21 orang yang terdiri atas 16 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Jenis data penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui lembar aktivitas siswa dan guru (observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru mengalami peningkatan yang cukup berarti dari siklus I ke siklus II. Tes membaca nyaring menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari siklus I ke siklus II, hal ini dapat dilihat dari ketuntasan siswa dalam menguasai vokal, lafal, intonasi, dan kelancaran membaca sebuah teks. Berdasarkan analisis data membaca pratindakan diperoleh daya serap klasikal 55,36% dan ketuntasan belajar klasikal 33,33%, yang dinyatakan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Ketuntasan klasikal siklus I adalah 61,90% dan siklus II sebesar 95,24%. Sedangkan daya serap klasikal siklus I adalah 67,3% dan siklus II sebesar 83,63%. Dapat disimpulkan bahwa metode latihan yang diterapkan dalam pengumuman lisan dan teks bacaan dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas IV SDN Salunggadue. Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Membaca Nyaring, Metode Latihan