Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD GKST Hanggira pada materi membandingkan dan mengurutkan pecahan. Masalah yang paling mendasar dalam penelitian ini adalah kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan desain penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Pada pelaksanaan tindakan, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan langkah-langkah menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, menyajikan informasi, mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, evaluasi dan memberikan penghargaan. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SD GKST Hanggira dalam pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD GKST Hanggira dan dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I membahas materi membandingkan pecahan dan siklus II membahas materi mengurutkan pecahan. Hasil observasi siklus I menunjukkan bahwa keaktifan siswa pada proses pembelajaran masih digolongkan pada kategori kurang baik, observasi aktivitas guru tergolong dalam kategori baik, dan ketuntasan belajar klasikal 72,22%. Hasil observasi siklus II menunjukkan bahwa keaktifan siswa pada proses pembelajaran telah digolongkan pada kategori baik, observasi aktivitas guru tergolong dalam kategori sangat baik dan ketuntasan belajar klasikal 94,44 %. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi membandingkan dan mengurutkan pecahan di kelas IV SD GKST Hanggira. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Meningkatkan Hasil Belajar Materi Membandingkan dan Mengurutkan Pecahan